JAKARTA, gerbangdesa.com – Kardiana Purnama Dewi, SpKK, dokter spesialis kulit dan kelamin yang juga anggota Perhimpunan Dokter Kulit dan Penyakit Kelamin Indonesia (PERDOSKI) ini berpendapat bahwa pola hidup sehat berpengaruh terhadap kesehatan kulit.
Ditemui di jakarta bahwa menjaga kesehatan kulit tidak hanya dengan menggunakan produk perawatan kulit. “Tentunya bukan hanya apa yang kita kenakan pada tubuh kita. Itu harus baik untuk gaya hidup kita,” kata Dewi. Gaya hidup sehat kulit antara lain minum cukup air dan menghindari makanan atau minuman tinggi karbohidrat dan gula, seperti sirup atau boba. “Tetap istirahat yang cukup. Kalau stres usahakan seminimal mungkin,” kata Dewi.
Menjaga kesehatan kulit juga bisa dilakukan secara eksternal, yaitu. mandi dua kali sehari dengan sabun sesuai kebutuhan masing-masing jenis kulit. Usai mandi, Dewi menganjurkan agar seseorang menggunakan pelembap kulit. Penggunaan tabir surya juga diperlukan di area terbuka, terutama jika Anda menghabiskan banyak waktu di luar ruangan setiap hari.
Menurut Dewi, ciri kulit sehat adalah kulit terasa lembut dan warna kulit merata. “Kalau ingin melihat kulit kita sehat atau tidak, yang pertama teksturnya biasanya lembut. Kedua, warna kulit biasanya seragam,” kata Dewi.
Dewi mengingatkan, warna kulit yang tidak rata masih bisa dianggap normal, misalnya seseorang sering mengendarai sepeda motor sehingga warna kulit tangan lebih gelap dibanding daerah lain. Tak hanya itu, ciri kulit sehat lainnya adalah tampak lembut dan tidak memiliki garis halus. Elastisitas kulit biasanya terlihat saat kulit seseorang lembab.
“Biasanya terlihat. Misalnya ada garis-garis yang terlihat di kulit. Kalau ditekan muncul kerutan. Kalau ditekan harus elastis. Tidak ada garis halus,” kata Dewi. (*/ary)
sumber: ameera.republika.co.id















