GERBANGDESA.COM, Sampit – Suara kritis kembali muncul dari kalangan legislatif terkait mangkraknya destinasi wisata Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit. Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Riskon Fabiansyah, menyoroti keras kondisi aset daerah berupa bangunan wisata di kawasan tersebut yang hingga kini tak difungsikan, meski telah menelan dana puluhan miliar rupiah dari APBD.
Menurut Riskon, kompleks wisata yang dibangun dengan harapan menjadi ikon pariwisata Kotim itu justru berubah menjadi simbol pemborosan dan kelalaian. “Sudah tahunan aset itu terbengkalai tanpa ada gebrakan berarti dari Pemkab. Padahal, potensi wisata di sana luar biasa,” tegas politisi Fraksi Golkar tersebut, Senin (20/10/2025).
Ia menilai, ketidakseriusan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan destinasi unggulan seperti Ujung Pandaran menunjukkan lemahnya komitmen membangun sektor pariwisata. Padahal, bila dikelola dengan baik, kawasan itu bisa menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.
“Melalui parkir, kunjungan wisata, hingga geliat kuliner lokal, Ujung Pandaran seharusnya bisa memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar,” kata Riskon yang juga merupakan anggota DPRD dari Dapil I Kotim.
Politisi muda ini mendesak agar pemerintah daerah tidak lagi menutup mata. Ia berharap setidaknya pada tahun depan, bangunan wisata yang sudah menelan dana besar itu bisa segera difungsikan.
“Jangan dibiarkan aset miliar itu jadi hiasan dan monumen bisu di tepi pantai. Kalau pemerintah daerah tidak bergerak, masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaan terhadap komitmen pembangunan,” pungkasnya. (fin/fin)















