GERBANGDESA.COM SAMARINDA – Program penuntasan desa blankspot oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika khusus di wilayah 3T yakni, daerah tertinggal, terdepan dan terluar, masih menjadi persoalan serius yang belum ditangani dengan baik.
Salah satunya di tingkat desa wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Sejumlah keluhan terkait program internet desa yang belum maksimal, sedangkan pemerintah desa terus dipacu untuk mengikuti perkembangan teknologi di era globalisasi.
“Permasalahan internet desa sudah kami sampaikan pada saat kami melakukan audensi dengan pemerintah pusat, termasuk pemanfaatan tower yang dibangun oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI),” ujar Perwakilan Diskominfo Kaltim Bambang Kukilo di Samarinda dikutip dari Antara, Rabu 10 April 2024.
Permasalahan itu, lanjutnya, disampaikan pada saat rumusan rencana optimalisasi peningkatan dan pemanfaatan layanan telekomunikasi bersama BAKTI dan Kolaborasi program internet desa dalam meningkatkan kapasitas BUMDes.
Ulu Markus Wan selaku Kepala Dinas Komunikasi, Informatika Statistik dan Sandi Kabupaten Mahakam mengungkapkan, tahun 2022 BAKTI telah membangun 20 Tower BTS, akan tetapi kualitas belum memenuhi standar bahkan sinyal kuat tapi tidak bisa digunakan.
Markus mencontohkan, layanan telekomunikasi 4G di Kecamatan Long Pangahai maupun Kecamatan Long Apari, masih belum memadai.
“Saran kami, kapasitas bandwidth tower BTS 4G BAKTI ditingkatkan lagi, lakukan migrasi sistem dari VSAT GEO ke jaringan fiber optik, dan perawatan serta pemeliharaan hendaknya dilakukan secara berkala,” saran Markus.















