Selasa, Januari 14, 2025

Cerita Kades Penyaguan saat di RSUD, Temukan Bayi Baru Lahir Tak Terawat

Date:

Share post:

GERBANGDESA.COM SAMPIT – Kepala Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), Zainal Abidin, sempat dirawat di Rumah Sakit (RSUD) dr Murjani Sampit.

Selama menunggu proses pemulihan dan penyembuhan pasca operasi tumor didekat lengan kanan, ia menemukan sejumlah pelayanan yang dianggap kurang prima di rumah sakit berpelat merah itu.

“Saat daftar sebagai pasien melalui aplikasi online, saya dapat nomor urut lima, setelah saya datang langsung ke rumah sakit dan ikut antrean, nomor saya tidak disebut, alasannya tidak masuk aplikasi,” ucap Zainal Abidin kepada wartawan media siber gerbang desa saat menceritakan keluhannya via telepon, Kamis 30 Mei 2024.

BACA JUGA:  Kades Rubung Buyung: Verifikasi Regsosek 2022 Valid, Ketua RT Harus Jeli

Selain mendapatkan pelayanan yang terkesan membeda-bedakan antara pasien berbayar cash dengan BPJS Kesehatan, Kades Penyaguan ini juga menemukan sejumlah bayi baru lahir tak terawat oleh perawat.

Dia menjelaskan bahwa ada bayi baru lahir berat bobot 2,4 kg, selama beberapa hari berada di ruangan bayi, bobot bayi tersebut menyusut menjadi 2 kg. Selain itu, bayi lahir dengan berat 2 kg menjadi 1,5 kg.

“Apakah bayi-bayi itu benar-benar dirawat oleh perawat, diberikan asupan makanan bergizi, atau memang sengaja tak dirawat, ini yang jadi pertanyaan kami terhadap pelayanan di RSUD Murjani Sampit?,” tanya Zainal.

Salah satu bukti mengapa bayi baru dilahirkan itu memang kurang terawat, lanjutnya, kotoran bayi sempat mengering dan tidak dibersihkan sehingga menimbulkan aroma kurang sedap di dalam ruangan bayi tersebut.

BACA JUGA:  Pimpinan Cempaga dan Kades Tanda Tangan Pakta Integritas Cegah Judi Online

“Kotoran bayi sempat mengering, tidak ada yang membersihkannya, saya lihat juga ibu yang baru melahir kondisinya masih lemah, seharusnya perawat yang bantu merawat, bukan sebaliknya,” keluh Zainal.

Untuk itu, dirinya mengharapkan agar Bupati Kotim Halikinnor melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RSUD dr Murjani Sampit, bukan cuma terhadap para pegawai dan dokternya saja melainkan ke ruangan ibu dan anak.

“Sudah banyak keluhan masyarakat terhadap buruknya pelayanan rumah sakit di Sampit ini, tidak hanya mengenai jumlah dokter yang terbatas juga mengenai perawat,” tutupnya mengakhirnya perbincangan. (fin/fin)

Artikel Lainnya

Guru Anak Usia Dini 19 Desa/Kelurahan di Kotim Ikut Lomba Pembuatan APE

GERBANGDESA.COM SAMPIT – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), menggelar Lomba...

Destinasi Wisata Dusun Bambu Lembang

GERBANGDESA.COM LEMBANG - Dusun Bambu terletak di kawasan Lembang, Bandung, Jawa Barat adalah destinasi wisata yang berhasil memadukan...

Delapan Strategi Tepat Untuk Kembangkan UMKM

GERBANGDESA.COM - Mengembangkan UMKM membutuhkan langkah-langkah dan strategi yang tepat. Karena banyak UMKM yang berdiri namun usahanya tidak...

Inilah 10 Program Pokok PKK dan Apa Saja Tugas Kelompok Kerja

 Tim Penggerak PKK kecamatan usai pelantikan berfoto bersama Bupati Kotim Halikinnor di Rujab Jalan Ahmad Yani, Sampit.Gerbang Desa...
error: Content is protected !!