GERBANGDESA. COM, Sampit – Semangat literasi tampak begitu terasa di SMA Negeri 2 Sampit saat para pelajar antusias mengikuti lomba menulis surat untuk Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa (12/5). Kegiatan yang digagas Radar Sampit itu menjadi wadah bagi siswa untuk menyampaikan ide, kritik, dan harapan bagi pembangunan daerah.
Dalam rangka sosialisasi lomba, tim Radar Sampit melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut sekaligus melihat proses penulisan surat oleh para peserta. Kegiatan dipimpin Direktur Radar Sampit Siti Fauziah bersama jajaran manajemen dan redaksi.
Siti Fauziah menyampaikan, SMAN 2 Sampit selama ini dikenal aktif mendukung berbagai program dan kegiatan yang digelar Radar Sampit, termasuk lomba literasi tersebut.
“Setiap ada kegiatan yang kami selenggarakan, pihak sekolah selalu memberikan dukungan dengan melibatkan para siswa. Begitu juga dalam lomba menulis surat untuk bupati ini,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur karena lomba tersebut mendapat sambutan hangat dari para pelajar. Tingginya minat siswa terlihat dari keseriusan mereka saat menulis surat berisi gagasan dan aspirasi untuk daerah.
“Alhamdulillah, antusiasme siswa sangat baik. Mereka terlihat semangat menuangkan ide dan pemikirannya melalui tulisan,” tambahnya.
Kepala SMAN 2 Sampit, Kodarahim, juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba menulis surat memiliki banyak manfaat positif bagi siswa, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan melatih keberanian menyampaikan pendapat kepada pemimpin daerah.
“Kegiatan seperti ini sangat baik karena dapat menambah wawasan siswa tentang cara menyampaikan aspirasi secara tertulis kepada kepala daerah. Selain itu, anak-anak juga jadi lebih produktif dan tidak terlalu bergantung pada gadget,” katanya.
Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar menjadi ruang kreatif bagi generasi muda dalam menyampaikan pemikiran yang membangun.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut. Anak-anak tentu akan bangga dan termotivasi jika ide maupun saran mereka mendapat perhatian dari pemerintah daerah,” imbuhnya.
Saat peninjauan berlangsung, para peserta terlihat fokus menulis surat menggunakan tulisan tangan di atas kertas folio. Suasana di ruang kegiatan pun menyerupai ujian tulis karena seluruh peserta serius menyusun gagasan mereka.
Panitia menerapkan aturan ketat untuk menjaga orisinalitas karya. Setiap peserta diberi waktu maksimal dua jam dan tidak diperbolehkan menggunakan bantuan aplikasi maupun perangkat digital selama proses penulisan.
Ketua Panitia lomba, Tono Triyanto, mengingatkan bahwa batas akhir pengumpulan karya tinggal satu hari lagi.
“Pengumpulan karya terakhir pada Rabu (13/5). Peserta yang belum menyerahkan surat masih memiliki kesempatan mengantarkannya langsung ke kantor Radar Sampit di Jalan MT Haryono Nomor 88 Sampit,” jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan semakin aktif mengembangkan kemampuan literasi sekaligus berkontribusi menyampaikan ide dan pemikiran demi kemajuan Kabupaten Kotawaringin Timur di masa mendatang. (*/f)














