![]() |
| Sejumlah kepala desa saat temu kangen di pantai laut Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, Kalteng. |
“Kami dari 168 kepala desa mengusulkan supaya APDESI Kotim punya sekretariat sendiri. Tujuannya, sebagai wadah berkumpul para kepala desa maupun perangkat desa,” kata Kepala Desa Rubung Buyung Mohammad Irson, kemarin.
Dia menjelaskan, jika APDESI Kotim punya sekretariat tentunya akan mempermudah kepala desa maupun perangkat desa dan kelembagaan desa terutama yang ada dipedalaman, akan ada tempat untuk istirahat ketika akan mengurus berbagai administrasi tentang desa ke dinas maupun instansi terkait.
Disamping itu, tambah Irson, sekretariat APDESI Kotim bisa dijadikan sebagai tempat berkumpul kepala desa apabila ada urusan maupun kegiatan yang dipusatkan di ibu kota Sampit.
“Bukan hanya sekadar tempat kumpul atau silaturahmi saja, bahkan kami bisa saling bertukar informasi langsung karena tidak semua desa di Kotim terdapat jaringan internet,” tegas Irson.
Sementara itu, Ketua APDESI Kotim Rusdiansyah menyebutkan bahwa sebelumnya APDESI Kotim sudah punya sekretariat di Jalan Tidar, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.
Akan tetapi, menurutnya, lantaran tidak ada dana untuk melanjutan sewa sekretariat tersebut, akhirnya terpaksa dibubarkan sementara.
“Untuk sekretariat baru sudah kami usulkan ke pemda, nanti kita rundingkan lagi bersama-sama bagaimana prosedurnya terutama mengenai biaya operasional,” kata pria yang sudah 3 periode menjabat Kepala Desa Eka Bahurui ini.
Berdasarkan kesepakatan bersama, APDESI Kotim mengusulkan eks kantor Kelurahan Mentaya Baru Hulu, Kecamatan MB Ketapang yang ada di dekat lapangan tenis.
Lokasinya dianggap sangat strategis karena berada tepat di jantung kota Sampit. Sedangkan usulan APDESI Kotim punya sekretariat kapan akan direalisasikan masih belum ada kabar beritanya. (gd-min)















