![]() |
| Ilustrasi landasan pacu (runway) pesawat terbang, desain : gerbangdesa.com |
Gerbang Desa – Janjinya tahun ini Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), landasan pacu (runway) Bandara H Asan Sampit akan diperpanjang sekitar 250 meter secara bertahap. Pembangunan runway itu menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2022.
Informasinya, pembangunan runway itu juga sudah didukung sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI. Faktanya, hingga April 2022 rencana tersebut masih belum ada tanda-tanda terealisasi.
Ada beberapa kendala yang mungkin menghadang di lapangan yakni, permasalahan pembebasan lahan milik masyarakat dan masih pandemi Covid-19. Selain itu, anggaran yang disiapkan kemungkinan besar sebelumnya banyak tersedot untuk penanganan Covid-19.
“Perluasan dan perpanjangan landasan pacu Bandara H Asan Sampit tahun ini tetap jadi skala prioritas. Kami siap memfasilitasi untuk mempercepat pembangunan runway tersebut,” kata Bupati Kotim Halikinnor pada saat monitoring dan evaluasi terkait pengembangan Bandara H Asan Sampit, belum lama tadi.
Persoalan pembebasan lahan, Halikin menegaskan, Pemkab Kotim siap memberikan ganti rugi dengan catatan, lahan benar-benar tidak bermasalah, sehingga pada tahun ini rencana perluasan dan memperpanjang runway Bandara H Asan Sampit terlaksana segera.
“Pembebasan memang membutuhkan proses supaya pembangunan memperpanjang runway secepatnya terlaksana. Apapun risikonya nanti, Pemkab siap bertanggungjawab,” tegas mantan Sekda Kotim ini.
Apabila rencana itu benar-benar berjalan mulus, tentunya Bandara H Asan Sampit ke depannya siap mengadakan kontrak kerja sama dengan berbagai maskapai penerbangan seperti boeing terutama pesawat berbodi besar.
Disamping itu, dengan banyaknya kontrak kerja sama maskapai akan membuka tujuan penerbangan yang juga lebih bervariasi. Sebab, kontrak selama ini tujuannya hanya sebatas Sampit-Surabaya.
Keterbatasan tujuan penerbangan itulah, akhirnya calon penumpang terpaksa harus memilih ke Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya dan Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, apabila menginginkan tujuan lain seperti ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. (gd-min)















