JAKARTA, gerbangdesa.com – Pengawasan dan penyadaran akan pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) hendaknya menjadi perhatian bagi seluruh perusahaan terutama yang memiliki resiko tinggi (high risk), salah satunya Pertamina.
“Pertamina merupakan perusahaan yang dipacu secara terus menerus untuk meningkatkan produktivitasnya. Kita memang membutuhkan SDM yang berkompeten dan saya lihat Pertamina telah menjawabnya dengan meningkatkan SDM pengelola K3,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah melalui laman kemnaker.go.id, Selasa 2 Mei 2023.
Menaker Ida mengingatkan, jangan sampai K3 diperhatikan dan dibahas oleh perusahaan, hanya ketika terjadi musibah di tempat kerja maupun ada gugatan dari masyarakat dan keluarga korban, dikarenakan kurang pedulinya terhadap K3 tersebut.
“Saya harapkan K3 jangan nantinya dianggap sebagai penghambat investasi melainkan untuk menjaga investasi. Sebab pelaksanaan K3 menyangkut nyawa dan kesehatan manusia serta keberlangsungan perusahaan. Kami mengharapkan agar K3 menjadi prioritas dan budaya, bukan tuntutan Undang-Undang,” tegas Menaker Ida.
Menurutnya, menghadapi revolusi industri 4.0 ditandai inovasi, otomatisasi, internet of things, artificial intelligence dan fleksibiltas pola kerja, perusahaan harus melakukan upaya konkrit terhadap pelaksanaan K3 di tempat kerja agar budaya K3 berbasis teknologi informasi.
“Kecelakaan kerja tidak hanya menyebabkan kerugian materi, kematian, moril bahkan pencemaran lingkungan, bahkan dapat juga ikut mempengaruhi produktivitas serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Menaker Ida mengingatkan.
Dia menambahkan, Pertamina sebagai bagian perusahaan BUMN yang punya potensi bahaya tinggi, hendaknya ikut mendorong dan memotivasi perusahaan lain di sekitarnya agar pelaksanaan K3 dapat berjalan secara efisien dan efektif. (*/fin)















