Mantap! Desa Penyaguan Bangun Jaringan Internet Mandiri

SAMPIT, gerbangdesa.com – Warga Desa Penyaguan, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah berinisiatif membangun jaringan internet secara mandiri. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sejahtera, pemerintah desa setempat menggandeng penyelenggara jaringan internet atau ISP (internet service provider) untuk menyediakan akses.

Kepala Desa Penyaguan, Zainal Abidin menuturkan, sulitnya akses sinyal di desa tersebut membuat sejumlah warga berinisiatif membuat jaringan internet sendiri, dengan harga yang relatif terjangkau masyarakat.

“Kami, Pemdes dan BPD, berharap ada usaha produktif. Nah internet ini kan menjadi kebutuhan primer saat ini. Karena itu, kami mendapat mitra pihak swasta PT Lima Cahaya Kotim (ISP-Vokasi.Net) agar usaha internet itu bisa berjalan,” katanya, saat ditemui wartawan gerbangdesa.com.

ISP ini, kata dia, menggandeng Politeknik Sampit yang memiliki brand PolNet karena memiliki sumber daya manusia yang dapat membantu pemasangan perangkat dan teknisi internet. Mereka mulai merintis internet desa ini sejak bulan lalu, dibantu oleh Bumdes untuk pemasarannya.

Dalam perjalanannya, Pemdes terlibat dengan membiayai berbagai kebutuhan yang terkait jasa pemasangan, pembuatan server dan perakitan perangkat dengan anggaran Dana Desa. Saat ini, secara otomatis sudah menjadi milik desa.

“Karena ini usaha produktif, maka PolNet adalah mitra Pemdes, dimana melalui perjanjian kerjasama, sekarang sudah di kelola bersama BUMDes,” jelasnya.

Saat ini warga Desa Penyaguan bisa menjadi pelanggan PolNet. Kecepatan layanan internet yang disediakan terdiri dari dua jenis, 10 Mbps dengan biaya Rp175 ribu per bulan dan 20 Mbps dengan biaya Rp 275 ribu per bulan.

“Area yang tercover saat ini adalah baru wilayah pesisir desa Penyaguan, dengan kabel fiber optik yang terpasang sepanjang 1 kilometer,” kata Manager PT Lima Cahaya Kotim, Agung Suryo Putra.

Dia mengatakan, Desa Penyaguan merupakan pilot project program Kotim Go Online. Dimana Bumdes Sejahtera milik desa Penyaguan diberikan kesempatan menjadi koordinator atau sentral dari pelayanan jasa ISP ini untuk wilayah Kecamatan Pulau Hanaut.

Agung mengaku akan memantau dan mengevaluasi program tersebut dalam waktu satu sampai tiga bulan ke depan. Apabila berjalan lancar dan saling menguntungkan, maka kerjasama ini baru bisa dikembangkan ke desa lain.

“Ini perlu dibuktikan terus, kita coba lihat satu sampai tiga bulan ke depan bagaimana. Kalau hasil evaluasinya sama – sama menguntungkan dan tidak ada kerugian, baru nanti pihaknya berani mengembangkan lagi,” ujarnya. (fin/fin)

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post