GERBANGDESA.COM, Blitar – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, geliat produksi gula kelapa di Desa Gledug, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, meningkat signifikan. Permintaan pasar yang melonjak, baik dari dalam maupun luar daerah, mendorong para perajin bekerja lebih intens demi memenuhi kebutuhan konsumen.
Di balik dapur-dapur produksi, kepulan asap dari tungku tradisional terus mengepul sejak pagi. Aroma manis gula kelapa yang sedang dimasak memenuhi ruangan, sementara para pekerja tampak cekatan menjalankan setiap tahapan, mulai dari mengaduk nira hingga mencetak gula sebelum mengeras.
Proses yang masih mempertahankan cara tradisional ini menjadi kunci kualitas produk.
Salah satu produsen, Sulis Imroah, mengaku lonjakan permintaan mulai terasa sejak awal Ramadan. Jika pada hari biasa produksinya berkisar 300 kilogram per hari, kini meningkat drastis hingga 400 sampai 500 kilogram per hari.
“Mendekati Lebaran seperti sekarang, pesanan jauh lebih banyak. Produksi bisa sampai 500 kilogram sehari,” ujarnya.
Menurut Sulis, seluruh proses produksi tetap mengandalkan metode tradisional. Nira kelapa direbus selama berjam-jam hingga mengental di atas tungku api, lalu dicetak sesuai ukuran.
Untuk menjaga ritme produksi, para pekerja mulai bekerja sejak pukul 05.00 WIB hingga sore hari. “Kami tetap pakai cara lama supaya rasa dan kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.
Permintaan gula kelapa produksinya tidak hanya datang dari wilayah Blitar, tetapi juga dari kota-kota besar seperti Jakarta, Malang, dan Surabaya, bahkan menembus pasar luar negeri seperti Hong Kong.
Dengan harga Rp21.500 per kilogram, Sulis membutuhkan sekitar 200 liter nira kelapa setiap hari yang dipasok dari petani lokal dan desa sekitar.
Meski lonjakan permintaan terjadi setiap Ramadan, Sulis menegaskan bahwa usahanya tetap berjalan stabil sepanjang tahun dengan rata-rata produksi mencapai 8 ton per bulan.
“Pesanan sebenarnya selalu ada setiap bulan, tapi menjelang Lebaran memang meningkat. Ini sudah jadi siklus tahunan,” pungkasnya. (*)
Sumber: Blitar Kawentar














