Mahasiswa Jepang Belajar Pertanian dan Budaya Desa di Yogyakarta

GERBANGDESA.COM, Bantul – Sebanyak lima mahasiswa asal Jepang bersama 14 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) menjalankan program pengabdian masyarakat selama 10 hari di Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pertukaran mahasiswa Six University Initiative Japan Indonesia-Service Learning Program (SUIJI-SLP) 2026 yang bertujuan memperkuat kolaborasi internasional sekaligus menghadirkan pembelajaran lintas budaya berbasis pengabdian masyarakat.

Mahasiswa Jepang yang terlibat berasal dari Ehime University, Kagawa University, dan Kochi University, sementara mahasiswa UGM berasal dari Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Peternakan.

Selama program berlangsung, para peserta melakukan observasi desa, wawancara dengan warga, serta mempelajari langsung kondisi pertanian dan kehidupan masyarakat di wilayah Imogiri.

Salah satu peserta asal Jepang, Ryoma dari Kagawa University, mengaku mendapatkan pengalaman berharga terkait perbedaan budaya antara Jepang dan Indonesia, terutama dalam kebiasaan sehari-hari dan makanan.

Ia juga menemukan tantangan ketika mempelajari persoalan pertanian di desa tersebut.

“Saya tertarik pada permasalahan padi di desa ini. Dari wawancara dengan warga, saya menemukan adanya perbedaan pendapat mengenai hama tanaman padi dan cara penanganannya, sehingga menjadi tantangan bagi saya untuk memahami kondisi yang sebenarnya,” ujar Ryoma saat penutupan program di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Kamis (5/3/2026).

Selain mempelajari sektor pertanian, para mahasiswa juga mengikuti berbagai kegiatan budaya bersama masyarakat desa, seperti lokakarya eco-print, membuat makanan ringan Indonesia, belajar membatik, hingga memainkan gamelan.

Mereka juga mengunjungi peternakan domba serta mempelajari proses pembuatan jamu dan tempe bersama warga setempat.

Kepala Subdirektorat Kerjasama Internasional UGM, Tyas Ikhsan Himawan, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam program tersebut.

Menurutnya, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam pengembangan universitas sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Dengan memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Jepang, dampaknya tidak hanya dirasakan di bidang akademik dan riset, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Eni Harmayani, menilai program SUIJI-SLP menjadi ruang pembelajaran lintas budaya yang memperkaya pengalaman mahasiswa.

“Program ini bukan sekadar kegiatan akademik, tetapi wadah untuk saling memahami budaya dan belajar langsung dari kehidupan masyarakat serta tantangan pembangunan berkelanjutan di lapangan,” katanya.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat kolaborasi internasional sekaligus membentuk kepemimpinan global mahasiswa di masa depan. (*)

Sumber: ugm.ac.id

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post