GERBANGDESA.COM, Jember – Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, menyoroti dugaan praktik penyelewengan solar bersubsidi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kasus tersebut dinilai menjadi persoalan serius karena berkaitan langsung dengan pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak.
Bambang mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir dirinya aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya pengawasan penyaluran BBM bersubsidi. Dalam kegiatan tersebut, ia juga menjelaskan sejumlah indikasi yang dapat menjadi tanda adanya penyimpangan distribusi solar subsidi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Menurutnya, salah satu pola yang kerap ditemukan adalah SPBU yang pada pagi hari masih melayani pengisian solar, namun kemudian menutup layanan dengan alasan stok habis pada sore hari. Sementara pada malam hari, aktivitas pengisian justru diduga kembali berlangsung secara tertutup, termasuk adanya truk yang masuk untuk memindahkan solar ke tangki lain.
Ia menjelaskan bahwa praktik penyelewengan solar subsidi biasanya melibatkan tiga pihak utama. Pertama adalah pemilik atau pengelola SPBU sebagai sumber distribusi, kemudian pihak yang memberikan perlindungan atau backing, serta pihak penadah yang menampung BBM subsidi untuk dijual kembali secara ilegal.
Dugaan penyimpangan tersebut mencuat setelah adanya laporan masyarakat mengenai pengisian solar bersubsidi ke sebuah truk pada dini hari. Truk tersebut diketahui membawa empat tangki yang telah dimodifikasi dengan kapasitas tampung hingga sekitar 1.000 liter. Diduga, pengisian itu memanfaatkan rekomendasi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani.
Kasus ini juga berkaitan dengan peristiwa yang menimpa Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, yang sebelumnya memergoki transaksi ilegal solar subsidi di sebuah SPBU di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Sumbersari. Saat mencoba mengejar sopir truk yang membawa empat drum solar tersebut hingga wilayah Ambulu, ia justru menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang. Perkara ini kini tengah ditangani oleh Polres Jember untuk proses penyelidikan lebih lanjut.(*/d)















