GERBANGDESA.COM, Palangka Raya – Kenaikan harga bahan bangunan di Palangka Raya per awal Mei 2026 semakin terasa di pasaran. Lonjakan ini dipicu oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berdampak langsung pada biaya distribusi dan produksi.
Pantauan di sejumlah toko bangunan di kawasan Jalan Rajawali dan Jalan Tjilik Riwut menunjukkan adanya penyesuaian harga pada berbagai material. Para pedagang mengaku tidak punya pilihan selain menaikkan harga agar tetap menutup biaya operasional.
Batako menjadi salah satu material yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari sebelumnya sekitar Rp2.800 per buah, kini dijual di kisaran Rp3.200 hingga Rp3.500, tergantung lokasi penjualan.
Seorang pengusaha batako, Azis, menyebutkan bahwa kenaikan harga ini merupakan hasil kesepakatan antarprodusen. “Kenaikan ini tidak bisa dihindari karena biaya produksi juga ikut naik,” ujarnya.
Selain itu, harga semen juga ikut terdongkrak. Semen merek Conch kini berada di kisaran Rp59 ribu hingga Rp60 ribu per sak, dari sebelumnya Rp51 ribu. Sementara Semen Gresik naik dari Rp59 ribu menjadi sekitar Rp67 ribu hingga Rp69 ribu.
Tidak hanya batako dan semen, sejumlah material lain seperti besi, pipa, atap, hingga kayu juga mengalami kenaikan dengan nominal yang bervariasi di tiap toko. Kondisi ini membuat biaya pembangunan semakin membengkak bagi konsumen.
Untuk material curah, harga pasir putih kini mencapai Rp1,2 juta hingga Rp1,3 juta per truk, naik dari sebelumnya sekitar Rp900 ribu. Kenaikan juga terjadi pada tanah urug yang kini dipatok Rp450 ribu hingga Rp500 ribu per truk, dari sebelumnya Rp300 ribu.
Seorang sopir truk yang biasa disapa Pakde mengungkapkan bahwa sulitnya mendapatkan solar turut memicu kenaikan ongkos angkut. “Sekarang solar susah didapat, jadi biaya angkut ikut naik,” katanya.
Harga pasir dalam skala lebih kecil juga meningkat, yakni sekitar Rp350 ribu hingga Rp400 ribu per pikap. Sementara batu koral dijual di kisaran Rp700 ribu sampai Rp800 ribu per kubik.
Sebagian besar material seperti pasir dan tanah diambil dari wilayah Tangkiling. Para pelaku usaha menyebutkan bahwa kenaikan harga ini sudah menjadi kesepakatan umum di kalangan sopir dan pemasok, sehingga berlaku merata.
Sebagai informasi, harga BBM non-subsidi juga mengalami lonjakan signifikan. Pertamax Turbo kini mencapai Rp19.850 per liter dari sebelumnya sekitar Rp13.350. Sementara Dexlite naik menjadi Rp24.150 per liter dari kisaran Rp14.500.
Kondisi ini membuat masyarakat yang tengah membangun atau merenovasi rumah harus menyiapkan anggaran lebih besar dari sebelumnya. (*/f)
Sumber kalteng pos














