GERBANGDESA.COM, Jakarta – Program Kampung Internet yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membawa perubahan signifikan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Setanggor, Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 66 pelaku UMKM kini menikmati akses internet gratis yang mendorong peningkatan promosi dan penjualan produk secara digital.
Kepala Desa Setanggor, Kamarudin, mengungkapkan sebelum hadirnya jaringan internet yang memadai, pelaku usaha di wilayahnya masih mengandalkan promosi manual. Kondisi tersebut membuat jangkauan pasar terbatas. Namun setelah program Kampung Internet masuk sekitar delapan bulan lalu, pelaku UMKM mulai beralih ke pemasaran digital melalui berbagai platform media sosial.
Dengan tersedianya 66 titik internet gratis, para pelaku usaha memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar. Selain promosi, mereka juga mulai mengadopsi sistem pembayaran digital seperti QRIS, sehingga transaksi menjadi lebih mudah dan efisien.
Salah satu pelaku UMKM, Isnawati Kamariah, merasakan langsung dampak positif program tersebut. Ia kini dapat memasarkan dagangan sembako dan buah-buahan melalui media sosial tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk paket data. Bahkan, penjualannya meningkat karena jangkauan konsumen yang semakin luas.
Menurut Isnawati, omzet usahanya bisa mencapai hingga Rp20 juta per hari, terutama saat momentum Ramadan dan Idulfitri. Ia juga memanfaatkan fitur siaran langsung untuk berjualan, yang dinilai lebih stabil menggunakan jaringan Wi-Fi dibandingkan data seluler.
Tak hanya berdampak pada sektor ekonomi, program Kampung Internet juga mendukung kegiatan pendidikan di Desa Setanggor. Akses internet membantu guru dan siswa dalam proses pembelajaran, termasuk pelaksanaan ujian berbasis digital, sekaligus membuka peluang peningkatan keterampilan teknologi bagi generasi muda setempat.(*/d)















