KPPM Tagih Kerja Nyata Kepala DKUKMPP Kotim, 100 Hari Jangan Sekadar Seremonial

GERBANGDESA.COM, Sampit – Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menagih gebrakan nyata dari Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kotim yang kini telah definitif.

Wakil Ketua Umum KPPM, M. Isror Habibuloh, menyebut status definitif harus menjadi titik awal untuk mempercepat penyelesaian berbagai pekerjaan rumah di sektor UMKM, koperasi, perdagangan dan perindustrian.

“Jabatan definitif harus diikuti kinerja yang definitif pula. Masyarakat membutuhkan hasil, bukan sekadar program,” tegas Habib.

Menurutnya, sejumlah persoalan mendesak membutuhkan target yang jelas, mulai dari peningkatan kualitas dan pemasaran UMKM, legalitas usaha, penguatan koperasi, keberlanjutan Swalayan UMKM, perlindungan pedagang kecil hingga pengawasan perdagangan dan pengembangan produk lokal.

KPPM meminta keberhasilan tidak berhenti pada banyaknya kegiatan atau pelatihan, tetapi diukur dari dampaknya.

“Ukuran keberhasilan bukan jumlah pelatihan, melainkan omzet, pasar, legalitas dan keberlanjutan usaha,” katanya.

Khusus Swalayan UMKM Kotim, KPPM meminta pengelolaan dilakukan secara transparan dan profesional, dengan indikator yang dapat dievaluasi publik.

Hal serupa berlaku bagi koperasi yang dinilai perlu dipetakan berdasarkan kondisi riil, bukan sekadar status administratif.

“Koperasi harus hidup secara ekonomi, bukan hanya aktif di atas kertas,” ujar Habib.

KPPM juga mendorong DKUKMPP memperkuat pengawasan distribusi dan harga kebutuhan pokok agar tidak merugikan masyarakat maupun pedagang kecil.

Di sisi lain, pemerintah dinilai perlu memastikan produk lokal Kotim memiliki akses pasar yang lebih luas.

“Produk lokal jangan hanya dibina untuk bertahan. Harus didorong untuk naik kelas dan menembus pasar,” tegasnya.

Sebagai bentuk pengawasan konstruktif, KPPM meminta DKUKMPP Kotim membuka target kinerja 100 hari pertama kepada publik.

Menurut Habib, langkah tersebut penting agar masyarakat dapat melihat arah kerja sekaligus mengukur progres pimpinan baru.

“Kami tidak mencari kesalahan. Kami menunggu hasil, mengawal progres, dan mengkritik berdasarkan data,” pungkasnya. (fin/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post