GERBANGDESA.COM, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar mampu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan guna meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Hal itu disampaikan Penelaah Teknis Kebijakan Bidang Perdagangan Luar Negeri Disdagperin Kalteng, Evelyin Dian Mayasari, saat menjadi narasumber dalam Podcast Diskominfosantik Kalteng pada rangkaian Kalteng Expo 2026 di halaman GOR Indoor Serbaguna Palangka Raya, Selasa malam.
Menurut Evelyin, sejumlah produk unggulan Kalimantan Tengah memiliki daya tarik tinggi di pasar luar negeri, khususnya produk kerajinan tangan dan hasil alam yang memiliki nilai budaya serta cerita khas daerah. Produk seperti kerajinan rotan, getah nyatu, madu kelulut, hingga bawang dayak dinilai memiliki potensi besar untuk menembus pasar ekspor.
Ia menjelaskan, konsumen internasional cenderung menyukai produk alami dan autentik yang memiliki nilai tradisi. Bahkan, nilai jual produk lokal tersebut di pasar global dapat meningkat berkali-kali lipat dibandingkan pemasaran di dalam negeri apabila dikelola dengan baik dan memenuhi standar ekspor.
Meski peluang pasar cukup menjanjikan, Disdagperin Kalteng mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari pemenuhan regulasi negara tujuan hingga menjaga konsistensi jumlah produksi. Untuk mengatasi hal itu, pemerintah menyediakan berbagai fasilitas seperti bimbingan teknis, peningkatan kualitas kemasan melalui Rumah Kemasan, serta perluasan akses pasar melalui Export Center.
Di akhir dialog, Evelyin mengajak para pelaku usaha lokal agar tidak takut memulai langkah menuju pasar ekspor. Dengan semangat slogan “BISA Ekspor” atau Berani Inovasi dan Siap Adaptasi, pelaku IKM diminta terus menjaga kualitas produk dan membangun kepercayaan pembeli agar produk khas Kalimantan Tengah semakin dikenal di pasar dunia.(*/d)














