SAMPIT – Dorongan agar DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) lebih dekat dengan masyarakat desa mulai menguat. Sejumlah elemen masyarakat mengusulkan agar DPRD memasukkan program kunjungan ke tiap desa sebagai agenda resmi, baik dalam masa reses maupun kunjungan kerja.
Usulan ini disampaikan karena banyak desa di Kabupaten yang bermotto Habaring Hurung ini masih menghadapi persoalan pembangunan yang memerlukan perhatian serius.
“Selama ini aspirasi masyarakat desa belum sepenuhnya terserap maksimal. Padahal DPRD punya kewenangan dan kewajiban untuk menyerap aspirasi langsung di lapangan,” ujar salah seorang pengusul.
Program kunjungan desa dinilai penting karena:
- Memberi kesempatan masyarakat menyampaikan aspirasi secara langsung.
- Menjadi bahan penyusunan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.
- Memperkuat pengawasan pembangunan di desa.
- Mendorong program pembangunan daerah lebih tepat sasaran.
Kabupaten Kotim memiliki 168 desa dengan kondisi beragam. Beberapa desa masih kesulitan akses infrastruktur, layanan dasar, hingga pengembangan potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan UMKM. Dengan kunjungan langsung, para wakil rakyat ini diyakini akan lebih memahami realitas tersebut.
“Kalau DPRD rutin turun ke desa, masyarakat merasa lebih diperhatikan. Selain itu, kepercayaan publik terhadap lembaga wakil rakyat juga meningkat,” tambahnya.
Diharapkan, para wakil rakyat dapat segera merespons dan menjadikan program kunjungan desa sebagai bagian dari agenda resmi tahunan. (fin/fin)















