GERBANGDESA.COM SAMPIT – Setelah enam hari penuh semarak, ajang Sampit Trade Expo 2025 akhirnya menutup rangkaian kegiatannya dengan pengumuman stand terbaik.
Sorak sorai pengunjung pecah ketika panitia menyebut Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kotim sebagai juara pertama, menyingkirkan puluhan peserta lainnya.
Ketua panitia Johny Tangkere menegaskan, penilaian stand dilakukan secara independen oleh tim khusus dari kalangan jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kotim.
Adapun tim penilai terdiri atas Parianto (Borneo News) sebagai ketua tim, serta dua anggota, Heny (Radar Sampit) dan Norjani (Antara).
“Penjurian kami lakukan dengan ketat melalui tiga kali kesempatan berbeda. Tidak hanya melihat tampilan, tetapi juga pelayanan, suasana stand, hingga respon pengunjung,” ujar Parianto saat membacakan hasil penilaian, Sabtu malam (30/8/2025).
Para jurnalis penilai menggunakan sejumlah kriteria: keindahan dan kerapian tata letak, orisinalitas buku tamu, cara penyajian informasi, hingga kemampuan interaksi langsung dengan pengunjung.
Parianto menambahkan, stand terbaik bukanlah yang sekadar memajang program, melainkan mampu aktif menginformasikan dan menjelaskan dengan ramah kepada setiap pengunjung.
“Masih ada beberapa stand yang hanya ikut berpartisipasi tanpa mengoptimalkan pelayanan. Padahal, kunci pameran ada pada komunikasi dan daya tarik stand itu sendiri,” ujarnya.
Berikut hasil resmi penjurian Stand Terbaik Sampit Trade Expo 2025:
Harapan III: Bapperinda Kotim
Harapan II: Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kotim
Harapan I: Dinas Kesehatan Kotim
Terbaik III: Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kotim
Terbaik II: Sekretariat Daerah (Setda) Kotim
Terbaik I: Disnakertrans Kotim
Parianto menegaskan, hasil penilaian tersebut final dan tidak bisa digugat. “Semua instansi telah berusaha maksimal, dan kami mengapresiasi kerja keras mereka. Namun penilaian tetap mengacu pada fakta lapangan,” katanya.
Sampit Trade Expo 2025 yang digelar sejak 24 hingga 30 Agustus di Stadion 29 November ini, tidak hanya menjadi ajang promosi program pemerintah daerah dan UMKM, tetapi juga menguji kualitas pelayanan setiap instansi.
Johny Tangkere menutup dengan optimisme, “Semoga hasil penilaian ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta, agar ke depan semakin kreatif, komunikatif, dan profesional dalam mengikuti pameran.” (fin/fin)














