GERBANGDESA.COM, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperoleh bantuan 66 unit layanan internet satelit Starlink dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026. Bantuan tersebut diproyeksikan untuk memperluas akses internet di daerah terpencil yang hingga kini masih mengalami keterbatasan jaringan, terutama dalam mendukung pelayanan publik, pendidikan, dan kesehatan berbasis digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kotim, Cok Orda Putra Legawa, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam mempercepat pemerataan akses informasi di wilayah pedalaman. Menurutnya, keberadaan Starlink diharapkan mampu memperkuat konektivitas internet di desa-desa yang selama ini masih masuk kategori blank spot atau memiliki jaringan yang belum stabil.
Ia menjelaskan, kondisi geografis Kotim yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan layanan telekomunikasi. Dari total 168 desa dan 17 kelurahan, masih banyak wilayah yang belum menikmati akses internet secara optimal. Bahkan di beberapa kawasan, jaringan hanya mampu menjangkau radius terbatas dari titik pemasangan perangkat.
Diskominfo Kotim telah melakukan pemetaan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, guna menentukan lokasi prioritas penerima bantuan. Nantinya, perangkat Starlink akan dipasang di kantor desa, sekolah, serta puskesmas pembantu yang belum memiliki akses internet memadai, terutama di wilayah utara Kotim seperti Kecamatan Tualan Hulu, Bukit Santuai, dan Antang Kalang.
Selain mempertimbangkan kebutuhan layanan publik, pemerintah daerah juga memprioritaskan desa yang telah memiliki jaringan listrik atau penerangan jalan umum agar operasional perangkat lebih mudah dilakukan. Namun demikian, pemerintah tetap membuka peluang penggunaan tenaga surya atau solar panel sebagai alternatif sumber daya listrik bagi wilayah yang belum teraliri listrik.
Saat ini, realisasi distribusi bantuan masih menunggu jadwal dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Sebelum perangkat disalurkan, para operator dari kabupaten dan kota penerima program akan mengikuti pelatihan teknis untuk mendukung pengoperasian serta sosialisasi layanan internet di daerah. Di sisi lain, Diskominfo Kotim juga kembali mengusulkan tambahan 17 unit Starlink untuk mendukung layanan kesehatan, sekaligus memperluas jaringan internet melalui program BAKTI Kementerian Komunikasi dan Digital agar akses digital di pelosok dapat dinikmati masyarakat secara merata.(*/d)















