GERBANGDESA.COM SAMPIT – Rencana pelebaran dan perpanjangan landasan pacu Bandara H Asan Sampit membutuhkan dana sekitar Rp200 miliar. Namun, keterbatasan anggaran negara membuat proyek strategis ini terancam molor.
Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengakui beratnya perjuangan mencari dukungan dana dari pusat.
“Kondisi APBN sekarang, apalagi ada efisiensi anggaran, membuat kemungkinan usulan kita cukup berat. Bukan hanya Kotim yang mengajukan,” kata Halikinnor, kemarin.
Upaya lobi ke DPR RI, khususnya Komisi V, sudah dilakukan. Namun, keterbatasan anggaran nasional tetap menjadi penghalang utama.
“Saya sudah bertemu pimpinan dan anggota Komisi V. Tapi pusat memang lagi ketat anggarannya,” ujarnya.
Sebagai alternatif, Halikinnor mulai melirik skema pendanaan campuran (sharing) antara swasta, pemerintah daerah, dan APBN.
Ia terinspirasi dari sistem pembangunan bandara di Singkawang yang memanfaatkan kolaborasi pendanaan tersebut.
“Bandara kita tanahnya sudah clear, ganti rugi Rp1,8 miliar juga sudah selesai. Tinggal anggarannya saja,” tegasnya.
Halikinnor berharap skema ini bisa mempercepat realisasi proyek yang dinilai vital untuk mendorong konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Kotim.
“Kita ini cuma mau memperpanjang dan memperlebar runway, bukan bangun dari nol. Kalau sistem sharing ini jalan, kita tidak perlu menunggu APBN sepenuhnya,” pungkasnya. (fin/fin)














