GERBANGDESA.COM, Sampit – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguji kesiapsiagaan Kabupaten Kotawaringin Timur. Sekitar 0,95 hektare lahan di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hangus dilalap api pada Rabu (25/3/2026) sore.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bahwa ancaman karhutla mulai muncul bahkan sebelum puncak musim kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kotawaringin Timur, Multazam, menilai kejadian ini bukan insiden biasa.
“Ini alarm dini bagi kita semua. Kondisi lahan sudah mulai kering, dan potensi kebakaran akan terus meningkat jika tidak diantisipasi sejak sekarang,” tegasnya.
Laporan kebakaran diterima Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD sekitar pukul 17.41 WIB. Tim segera bergerak setelah melakukan persiapan peralatan.
Namun, perjalanan menuju lokasi tidak mudah. Titik kebakaran berada sekitar 4 kilometer dari Jalan H.M. Arsyad, dengan akses melalui Desa Eka Bahurui yang menyulitkan mobilisasi.
Sesampainya di lokasi, tim langsung berjibaku memadamkan api yang telah meluas.
Upaya pemadaman dan pendinginan dilakukan secara intensif untuk mencegah api merembet lebih jauh.
“Kami harus bergerak cepat di tengah keterbatasan akses. Jika terlambat, api bisa meluas lebih besar,” ujar mantan Kepala Diskominfo Kotim itu.
Kendala akses kembali menjadi persoalan klasik dalam penanganan karhutla di wilayah ini.
Jalur yang sulit dijangkau memperlambat respon awal, padahal kecepatan menjadi kunci utama dalam menekan luas area terdampak.
Menghadapi musim kemarau yang diprakirakan berlangsung hingga Agustus 2026, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan ada di tangan masyarakat. Sekali api lepas, dampaknya bisa jauh lebih besar dari yang kita bayangkan,” pungkasnya. (fin/fin)















