GERBANGDESA.COM, Sampit – Keterlambatan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) di Kabupaten Kotawaringin Timur memicu kegelisahan di kalangan pemerintah desa. Hingga kini, banyak desa mengaku belum menerima dana tersebut, meskipun seluruh persyaratan administrasi untuk pencairan disebut telah dipenuhi.
Sejumlah kepala desa mempertanyakan lambannya proses penyaluran anggaran tersebut. Mereka menilai seluruh kewajiban, mulai dari pengunggahan dokumen hingga laporan administrasi, telah dilakukan sesuai ketentuan. Namun hingga saat ini, kepastian pencairan ADD masih belum jelas.
Seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya mengaku situasi ini semakin memprihatinkan karena bertepatan dengan mendekatnya Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Menurutnya, keterlambatan dana membuat pemerintah desa kesulitan membayar gaji perangkat desa serta insentif RT dan RW yang telah tertunggak selama tiga bulan.
“Kami sudah menjalankan semua kewajiban administrasi. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, tetapi sampai sekarang ADD belum juga cair,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah satu perangkat desa yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia mengaku keterlambatan pembayaran gaji membuat banyak perangkat desa berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.
“Kami ini orang kecil, gaji yang diterima juga tidak besar. Kalau sampai terlambat berbulan-bulan, tentu sangat berat bagi kami untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” tuturnya.
Para perangkat desa berharap pemerintah daerah dan dinas terkait segera memberikan kejelasan serta mempercepat proses pencairan ADD.
Mereka khawatir keterlambatan berkepanjangan tidak hanya berdampak pada kesejahteraan aparatur desa, tetapi juga dapat mengganggu pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa. (fin/fin)















