![]() |
|
Desa Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng, dikenal dengan durian otak udang. Namun, sudah 2 tahun berjalan ini tidak ada satupun pohon durian hasilkan buah. |
Gerbang Desa – Sejak pertengahan Juli 2021, pekebun durian sudah banyak panen. Berbeda dikebun durian otak udang yang ada di wilayah Desa Bapinang Hulu, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah. Justru sudah dua tahun berjalan ini tidak ada satupun pohon menghasilkan buah.
“Sudah beberapa tahun ini hasil buah otak udang kurang maksimal. Bahkan, dua tahun sejak 2020-2021 tidak ada satupun pohon durian di wilayah kami yang berbuah,” ucap Kepala Desa Bapinang Hulu Sugianur, kemarin.
Perkiraan faktor alam yang menjadi penyebab utama. Selain itu, kurang perawatan dan pemupukan yang semestinya dilakukan pemilik kebun supaya pohon durian tetap hasilkan buah meskipun diterpa berbagai musim yang tidak menentu.
“Sampai saat ini, belum ada dilakukan penelitian khusus apa penyebabnya pohon durian otak udang tidak berbuah. Umumnya, faktor alam,” tegas kepala desa yang sudah menjabat 3 periode ini.
Hasil survei lapangan membuktikan bahwa hanya kurang perawatan dan pemberian pupuk, sehingga pohon durian tidak mau berkembang seperti biasanya.
“Kata pekebun kendalanya karena pengairan kurang lancar. Buktinya, setelah kami survei lapangan pengairan lancar. Cuma, kami lihat hanya kebun kurang terawat dan pupuk penyubur buah,” ujarnya.
Agar tahun selanjutnya pohon durian otak udang berbuah kembali, lanjut Sugi, pihaknya akan mengajak pekebun durian melakukan studi tiru ke Pontianak, Kalimantan Barat.
“Nanti kami programkan studi tiru ke Pontianak, karena disana setiap tahun tetap panen walaupun cuaca terkadang tidak menentu,” janjinya. (gd-min)
















