JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Uno menyatakan, supaya potensi desa wisata semakin dikenal harus mempersiapkan seluruh pengelola desa dalam memasarkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dilansir dari kemenparekraf.go.id. Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Uno menjelaskan, untuk mempromosikan desa wisata dengan cara menerapkan 4P, yaitu Product (produk), Place (tempat), Price (harga), serta Promotion (promosi). Lantas, bagaimana penerapan 4P dalam mempromosikan desa wisata?
Pertama Product (Produk), produk yang ditawarkan setiap desa wisata harus memiliki kualitas yang baik dan mengarah pada pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Tujuannya agar bisa memberikan nilai tambah pada desa wisata, sehingga menciptakan pengalaman berwisata yang tak terlupakan.
Kedua adalah Place (tempat), setiap desa wisata harus memiliki daya tarik atau karakter yang luar biasa. Artinya, desa wisata tersebut harus memiliki karakteristik atau diferensiasi yang kuat. Minimal, setiap desa wisata memiliki konsep dan ciri khas yang mudah diingat wisatawan yang berkunjung.
Ketiga Price (harga). Simpelnya, pelaku pariwisata harus bisa menentukan harga yang tepat, agar wisatawan tertarik membeli produk ekonomi kreatif dari desa wisata, contohnya dalam bentuk cendera mata.
“Harga menjadi salah satu unsur yang sangat krusial, karena harga yang terlalu mahal bisa menyebabkan wisatawan hanya sekadar berkunjung dan lihat-lihat, tanpa membeli,” ujar Sandiaga.
Keempat Promotion (Promosi). Dalam hal ini, pelaku pariwisata harus bisa memanfaatkan media sosial dengan membuat konten menarik melalui Instagram, Facebook, Twitter, maupun TikTok.
Sandiaga juga menyarankan, seluruh desa wisata harus berkolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya dengan influencer, yang bisa menceritakan keunggulan dan daya tarik desa wisata, sehingga mampu mengajak banyak orang datang ke desa wisata tersebut.
“Saya harapkan potensi desa wisata di Indonesia dapat memenuhi target 8,5 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 1,4 miliar pergerakan wisatawan nusantara, serta terpenting membuka 4,4 juta lapangan kerja baru pada 2024,” pungkasnya. (*/fin)















