10 Unit Usaha BUMDes Tahun 2022 Dianggap Menjanjikan

Gerbang Desa – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terutama secara geografis yang masih menyandang status desa tertinggal, terisolir dan terluar.

Mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024. Menurut datanya di indonesia sejak tahun 2020 terdapat 62 daerah tertinggal.

Yang disebut tertinggal, terisolir dan terluar misalnya, perekonomian warga desa, sumber daya manusia (SDM), hingga mengenai aksesibilitas.

Dalam hal ini, membahas mengenai desa yang masih sulit aksesibilitas terutama yang ada di pedalaman. Sedangkan jumlah penduduk yang berdomisili di atas 200 kepala keluarga.

Berikut 10 unit usaha dianggap cukup menjanjikan yang bisa dikembangkan dengan baik melalui BUMDes berdasarkan survei di lapangan diantaranya;

1. Liquified Petroleum Gas (LPG)

Salah satu kebutuhan dasar rumah tangga saat ini elpiji. Namun ketersediaan dipasaran terutama di kios maupun warung kecil diperdesaan sangatlah terbatas. Disamping itu, harga jual cukup mahal karena dihitung dari biaya angkutan yang sulit.

2. Peralatan Rumah Tangga

Walaupun unit usaha ini dianggap tidak cepat laku, akan tetapi tetap menjadi primadona bagi para ibu rumah tangga.

3. Bahan Bangunan

Zaman saat ini untuk membangun rumah berkonstruksi kayu apalagi jenis ulin sudah mulai sulit dan langka. Masyarakat secara perlahan sudah beralih pada bangunan beton. Tentunya dengan ketersediaan bahan bangunan di desa akan mempercepat pembangunan tidak hanya untuk perumahan bahkan peningkatan infrastruktur jalan menggunakan semenisasi.

4. Usaha Hasil Perkebunan

Profesi warga desa wilayah pedamanan rata-rata berkebun seperti rotan, karet dan sawit. Peluang usaha ini bisa dimanfaatkan BUMDes untuk membeli hasilnya kepada pemilik kebun kemudian menjual kepada perusahaan industri. Salah satu tujuannya, untuk stabilitas harga jual.

5. Menyediakan Sparepart Elektronik

Unit usaha yang satu ini dianggap masih langka terutama diperdesaan. Perlu disadari, hampir  semua rumah memiliki barang eletronik seperti, televisi, kulkas, kipas angin bahkan mesin cuci.

6. Air Isi Ulang

Bagi BUMDes untuk membuka unit usaha ini gampang-gampang susah. Selain biaya beli alat cukup mahal juga ketesediaan pasokan listrik dan air sumur bor setidaknya kualitas air atau pH minimal 7 (normal).

7. Usaha Hasil Perikanan

Potensi sumber daya alam (SDA) yang ada di desa terutama lokasi penduduk berada dibantaran sungai, dianggap sangat cocok bagi BUMDes untuk mengembangkan unit usaha yang satu ini. BUMDes bisa menjadi penampung hasil perikanan skala besar.

8. Usaha Hasil Pertanian

Biasanya, warga desa tidak hanya mengandalkan hasil perkebunan bahkan pertanian seperti bertanam padi dan hortikultura. Untuk skala besar, hasil pertanian akan sulit untuk dipasarkan karena akses yang cukup sulit. Dalam hal ini, peran BUMDes untuk membantu pemasaran sangatlah diharapkan.

9. Jasa Transportasi

BUMDes memiliki modal cukup untuk membeli transportasi air (perahu bermotor). Dengan adanya transportasi air akan mempermudah warga desa antar/jemput mencapai wilayah luar desa untuk membeli kebutuhan dan keperluan lainnya.

10. Pembayaran Online

Diera digitalisasi untuk transaksi uang sudah mulai beralih pada penyimpanan online melalui berbagai aplikasi seperti Gopay, Dana maupun OVO. Untuk memenuhi kebutuhan itu diperlukan jaringan internet stabil dan kerja sama dengan pihak bank. Bahkan saat ini yang sudah masuk ke pedesaan yakni, BRILink.  

Perlu Diingat, keberadaan BUMDes bukan menjadi pesaing usaha warga yang ada di desa. BUMDes didorong lebih kreatif untuk menciptakan unit-unit usaha lain. (gd-min)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post