YOGYAKARTA, gerbangdesa.com – Akhir-akhir ini, Desa Wisata Nglanggeran menjadi tujuan wisata utama di Yogyakarta.Desa ini menawarkan program yang meriah bagi wisatawan yang ingin merasakan hidup seperti penduduk desa setempat, termasuk belajar tentang budaya mereka.Terletak di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, D.I.Yogyakarta. Jaraknya sekitar 25 km dari kota Yogyakarta atau sekitar satu jam perjalanan.
Sebagian besar penduduk Desa Wisata Nglanggeran adalah petani, petani, dan peternak.Keindahan pemandangan dan keunikan gunung api purba menjadi salah satu daya tarik desa wisata Nglanggeran. Berdasarkan sejarah geologi, Gunung Api Purba Nglangera merupakan gunung api purba berumur Tersier (Oligo-Miosen) atau 0,6 hingga 70 juta tahun yang lalu.
Wisatawan dapat mendaki untuk menjelajahi bebatuan raksasa yang menjulang setinggi gedung pencakar langit kota. Menjadi lebih seru dan menyenangkan ketika wisatawan bisa berfoto di alam dengan batu besar dan menghirup udara segar di pemandian oksigen. Gunung Api Purba Nglanggera juga merupakan salah satu dari UNESCO World Geopark of Geosite Sewu. Salah satu geopark Indonesia yang masuk dalam jaringan geopark internasional.
Di desa wisata Nglanggeran juga memiliki homestay atau penginapan, homestay menjadi salah satu hal yang dicari oleh para wisatawan saat berwisata ke Desa Wisata Nglanggeran. Tinggal bersama penduduk lokal, merasakan suasana pedesaan dan bisa belajar banyak hal menjadi pengalaman yang tak pernah terlupakan. Desa Wisata Nglanggeran memiliki 80 Homestay yang sering digunakan menginap wisatawan, khususnya untuk program live In.
Desa Wisata Nglanggeran yang mulai berkembang sejak tahun 1999 dengan kegiatan pelestarian alam di kawasan Gunung Nglanggeran, secara aktif dan intensif mengembangkan desa wisata tersebut sejak tahun 2007 hingga saat ini, dan memiliki banyak pengalaman dalam fasilitas umum bagi wisatawan, termasuk toilet. Mulanya hanya ada satu toilet duduk dan wisatawan asing harus diajak mengantri hingga hampir semua homestay sudah memiliki toilet dan kamar mandi dasar yang bersih. Kami sangat bersyukur telah menerima program Hibah Gubsu melalui Dinas Pariwisata DIY pada tahun 2015 untuk membenahi dan menstandarkan 80 toilet di Desa Wisata Nglanggeran.
Berwisata belum lengkap rasanya tanpa menikmati makanan khas dan oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Desa Wisata Nglanggeran menawarkan oleh-oleh khas seperti minuman dan aneka olahan coklat yang dipetik sendiri oleh masyarakat desa. Griya Coklat Nglanggeran adalah produsen sekaligus pusat oleh-oleh di Desa Wisata Nglanggeran. Dikembangkan antara 2014 dan 2016 dengan bantuan dari BPTBA LIPI, Bank Indonesia dan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul.
Griya Coklat Nglanggerani dibuka oleh Gubernur Teese pada tanggal 2 Desember 2016. Kini menjadi pusat pelatihan pengolahan kakao, produsen dan tempat membeli oleh-oleh khas desa kami. Wisatawan bisa belajar tentang pengolahan kakao dari hulu hingga hilir. Mulai dari bahan baku hingga produk jadi. Jadi manfaatnya ada dua, yang pertama menambah pengetahuan tentang pengolahan coklat, yang kedua membawa pulang produknya sebagai oleh-oleh.
Desa Wisata Nglanggeran bisa menjadi tujuan berlibur anda disaat sedang berkunjung ke Yogyakarta, karena selain keindahan alamnya tempat wisata ini juga menyediakan tempat membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. (*/ary)
dilansir dari:jadesta.kemenparekraf.go.id















