GERBANGDESA.COM, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan lahan seluas 20.000 hektare untuk mendukung percepatan program hilirisasi perkebunan yang dicanangkan pemerintah pusat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan sekaligus memperkuat ekonomi daerah.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan kesiapan daerahnya dalam mengakselerasi program tersebut. Penyediaan lahan ini bahkan melampaui target minimal 10.000 hektare yang sebelumnya diminta Kementerian Pertanian, sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung transformasi sektor perkebunan.
Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan stimulus awal sebesar Rp320 miliar untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut. Dana ini diharapkan menjadi pemicu awal bagi tumbuhnya industri pengolahan hasil perkebunan di dalam negeri, sehingga tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menekankan bahwa hilirisasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Dengan pengolahan di dalam negeri, komoditas perkebunan seperti kelapa, tebu, kakao, kopi, mete, lada, dan pala dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi masyarakat.
Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,95 triliun untuk pengembangan tujuh komoditas unggulan dengan target penanaman mencapai 870.000 hektare. Program ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri berbasis agro, serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Selain mendorong hilirisasi, Gubernur Rudy juga memanfaatkan forum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI untuk mempromosikan potensi investasi di Kalimantan Timur. Ia mengajak para pelaku usaha untuk berinvestasi, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan memperkuat sinergi ekonomi kawasan timur Indonesia. (*/d)















