SAMPIT, gerbangdesa.com – Sekitar 3 tahun petani pada khususnya di Desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.
“Kami melaporkan pak bahwa sudah tiga tahun petani kami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi yang dijanjikan pemerintah,” ucap Kepala Desa Rawa Sari Sigit Pranoto pada saat Sosialisasi Pengawasan Pelayanan Publik yang diadakan Ombudsman RI Perwakilan Kalimantan Tengah di Aula Kecamatan Pulau Hanaut, Kamis 9 Maret 2023.
Dijelaskannya, memang ada prosedural yang harus dipenuhi kelompok tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi tersebut. Salah satunya, kata Sigit, harus mengajukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) petani kepada agen pupuk yang ditunjuk pemerintah.
Akan tetapi, meskipun menggunakan RDKK tersebut, lanjutnya, pupuk subsidi yang dipinta melalui jalur resmi itupun tidak pernah terealisasi hingga sekarang bahkan sudah berjalan selama tiga tahun lamanya.
“Selama tiga tahun ini juga petani kami terpaksa membeli pupuk non subsidi, harganya jauh lebih mahal, ini sudah jelas sangat merugikan para petani padi karena hasil panen ketika dijual tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan,” keluhnya dihadapan yang hadir.
Terkait persoalan tersebut, tambah Sigit, sudah disampaikan kepada dinas pertanian kabupaten. Hanya saja, laporan tersebut sepertinya tidak ada respon baik sehingga petani padi selalu merugi.
“Hingga sekarang, kami tidak tahu lagi apakah RDKK itu masih bisa diperlukan lagi karena kami tidak pernah lagi menerima informasi apakah pupuk subsidi itu masih ada atau bagaimana?,” kata Sigit mengakhiri dengan kalimat pertanyaan.
Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Kalteng Dr R Biroum Bernardianto menegaskan, pihaknya akan tetap mengawal apa yang menjadi keluhan para petani khususnya di Kecamatan Pulau Hanaut.
“Pengaduan ini akan tetap kami tindaklanjuti, hal inipun akan kami sampaikan kepada pengambil kebijakan karena yang di bawah ini hanya sebagai pelayan,” janjinya. (fin/fin)















