Soal MBG, Praktisi Pendidikan Kotim Soroti Pernyataan Kadisdik Kalteng

GERBANGDESA.COM, Palangkaraya – Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah (Kadisdik Kalteng) Reza Pratowo mengenai dampak peliburan sekolah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan.

Praktisi Pendidikan Kotawaringin Timur (Kotim), Deny Hidayat, menilai kondisi kabut asap yang mengancam kesehatan semestinya membuat keselamatan peserta didik ditempatkan sebagai prioritas utama.

Deny menilai pernyataan yang mengaitkan peliburan sekolah dengan terganggunya operasional dapur MBG berisiko menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

“Saya kira pernyataan itu muncul karena beliau terlalu bersemangat. Namun yang ditangkap publik justru seolah-olah MBG lebih penting dibanding kesehatan warga belajar,” kata Deny, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, pemerintah harus berpegang pada prinsip Gerakan Sekolah Sehat (GSS), terutama ketika kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

Ia menegaskan, persoalan pelaksanaan MBG dapat dicarikan solusi melalui penyesuaian mekanisme tanpa harus mengorbankan kesehatan siswa.

Sebaliknya, dampak paparan asap terhadap anak-anak berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan yang lebih panjang.

“Kerugian akibat terganggunya MBG masih bisa dicari jalan keluarnya. Tetapi kalau kesehatan anak-anak terabaikan, dampaknya bisa berlangsung dalam jangka panjang,” tegasnya.

Deny juga mendesak Dinas Pendidikan Kalteng mengambil langkah adaptif apabila kualitas udara terus memburuk, mulai dari penyesuaian jam belajar hingga pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“MBG tetap program yang penting. Tetapi dalam situasi seperti sekarang, kesehatan warga belajar harus ditempatkan di posisi pertama,” pungkasnya. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post