Sampit, gerbangdesa.com – Jumlah Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), setiap bulan terus bertambah.
Hal itu membuktikan bahwa bisnis produk makanan dan minuman olahan dianggap sangat menjanjikan, sehingga banyak yang tertarik untuk menggeluti bisnis yang terus menggeliat dan menjamur terutama di Sampit.
Ada beberapa aneka produk olahan berbahan lokal yang sudah diproduksi para IKM yakni, sirup nanas, keripik berbahan baku pisang, wadi jelawat, bawang dayak, gula merah, minuman berbahan lemon, dan berbagai produk lainnya.
Salah seorang IKM Juragan Wadi, Yusi mengungkapkan, produk yang diolah saat ini jumlahnya 12 produk. Bahkan, produk olahan itu sudah mengantongi izin.
“Produk yang sudah mengantongi izin ada sepuluh produk, sedangkan dua produk lainnya masih didaftarkan,” ucap Yusi usai mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Manajemen Usaha pengolahan pangan yang diadakan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kotim, kemarin.
Menurutnya, pangsa pasar khususnya di wilayah Sampit masih terbuka luas. Disamping itu, bahan baku untuk pengolahan produk juga tersedia dan cukup melimpah.
Yusi mencontohkan produk olahan miliknya diantaranya, keripik Jelawat Crispy dan Sambal Sarai berbahan baku ikan jelawat.
Untuk mendapatkan bahan tersebut, kata dia, masih mudah yakni, bisa pesan ke penjual ikan yang ada di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit.
“Bahan baku untuk pengolahan pangan cukup berlimpah dan mudah, hal inilah yang membuat saya lebih semangat untuk memproduksi olahan pangan,” ujarnya.
Hanya saja, tambahnya, pemasaran produk olahan pangan IKM ini masih di tingkat lokal sehingga, perlu adanya bantuan terutama dinas terkait untuk memperkenalkan produk hingga keluar daerah.
Kepala Dinas Disperdagin Kotim Zulhaidir mengatakan, salah satu tugas pihaknya memberikan pembinaan dan pengetahuan tambahan agar IKM terarah dan dapat tumbuh berkembang berdaya saing untuk menopang perekonomian.
“Tugas kami di dinas ini tidak hanya memberikan pembinaan bahkan bisa membantu dari segi pemasaran sehingga, produk olahan pangan berbahan lokal tidak hanya dikenal di tingkat lokal bahkan ke luar daerah,” janjinya. (fin)













