GERBANGDESA.COM, Sampit – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) memberikan dukungan penuh kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dalam mempersiapkan implementasi program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Nasional Pengelolaan Sampah. Program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Kepala DLH Kotim, Marjuki, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh KLH/BPLH. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam memahami serta mempersiapkan pelaksanaan program secara optimal agar berjalan sesuai target yang ditetapkan.
Pendampingan dilakukan oleh Inspektorat II KLH/BPLH pada 31 Maret hingga 1 April 2026 di Sampit. Kehadiran tim pusat disambut antusias oleh DLH Kotim, mengingat pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan keberhasilan program edukasi pengelolaan sampah.
Program KIE Nasional Pengelolaan Sampah merupakan inisiatif KLH yang bertujuan mengubah pola pikir dan kebiasaan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga hingga ke tahap akhir. Upaya ini mendukung target nasional “Indonesia Bebas Sampah 2029” melalui penguatan praktik pemilahan, pengurangan, serta pemanfaatan sampah, termasuk optimalisasi bank sampah.
KLH menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, edukasi melalui KIE diintegrasikan dalam berbagai media, sekolah, komunitas, serta kegiatan sosial untuk membentuk kebiasaan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain memberikan pendampingan, tim KLH/BPLH juga meninjau sejumlah lokasi, seperti Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), sekolah, depo sampah, dan bank sampah unit di kawasan Perumahan Pebabri. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah dalam menyusun strategi komunikasi yang efektif, guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(*/d)















