GERBANGDESA.COM, Bojonegoro – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkopum) Bojonegoro mencatat sedikitnya tujuh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah mulai beroperasi.
Seluruh koperasi yang aktif tersebut berasal dari wilayah desa, sementara koperasi di tingkat kelurahan hingga kini belum tercatat dalam data dinas.
Sekretaris Dindagkopum Bojonegoro, Akhmadi, menjelaskan bahwa keberadaan koperasi yang telah berjalan ini menunjukkan mulai bergeraknya program penguatan ekonomi desa melalui kelembagaan koperasi.
“Ada tujuh KDKMP yang sudah berjalan,” ujarnya dikutip dari radar bojonegoro, Sabtu (15/3/2026).
Tujuh koperasi tersebut meliputi KDMP Desa Campurejo, Kecamatan Kota; KDMP Desa/Kecamatan Padangan; KDMP Desa Tlogoagung, Kecamatan Baureno; serta KDMP Desa Plesungan, Kecamatan Kapas.
Selain itu, terdapat pula KDMP Desa Klampok, Kecamatan Kapas; KDMP Desa Ngulanan, Kecamatan Dander; dan KDMP Desa Sidobandung, Kecamatan Balen.
Akhmadi menegaskan, koperasi dinyatakan telah berjalan apabila sudah menjalankan kegiatan operasional. Hingga saat ini, sebagian besar koperasi tersebut mengelola unit usaha berupa gerai sembako yang melayani kebutuhan masyarakat sekitar.
“Koperasi yang sudah jalan berarti sudah beroperasi. Rata-rata dengan unit usaha gerai sembako,” jelasnya.
Dalam operasionalnya, setiap koperasi juga mendapatkan pendampingan khusus. Pendamping tersebut bertugas membantu pengelolaan usaha sekaligus memastikan koperasi berjalan sesuai prinsip manajemen bisnis yang sehat.
Pendamping yang dimaksud disebut sebagai asisten bisnis atau business assistant (BA), yang penugasannya berasal langsung dari Kementerian Koperasi.
“Ada pendampingnya, namanya BA. Dari Kementerian Koperasi,” kata Akhmadi, yang juga mantan Kabag Pemerintahan Pemkab Bojonegoro. (*)














