GERBANGDESA.COM, Cirebon – Kondisi jalan rusak di Desa Asem, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon memicu aksi protes warga dengan cara yang tidak biasa. Sejumlah pemuda setempat menanam batang pisang di tengah jalan berlubang di ruas Sindanglaut–Ciawigajah, tepatnya di depan lapangan sepak bola Desa Asem, Senin (9/3/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk sindiran sekaligus peringatan bagi pengguna jalan agar lebih waspada saat melintas.
Jalan berlubang yang telah lama dikeluhkan warga dinilai membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor. Beberapa pengendara bahkan dilaporkan pernah terjatuh akibat kondisi jalan yang rusak parah. Melalui aksi tersebut, warga berharap dapat menarik perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan.
Selain menanam batang pisang sebagai penanda, warga juga bergotong royong melakukan perbaikan sementara. Mereka menutup lubang jalan menggunakan tanah urug yang didatangkan secara swadaya. Sekitar dua mobil tanah dikerahkan untuk menambal sejumlah titik kerusakan yang dianggap paling berbahaya bagi pengguna jalan.
Upaya perbaikan sederhana itu memang belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh. Namun, langkah tersebut dinilai cukup membantu mengurangi risiko kecelakaan. Aksi warga sempat membuat arus lalu lintas tersendat, tetapi banyak pengendara yang justru mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam memperingatkan pengguna jalan sekaligus melakukan perbaikan sementara.
Tokoh masyarakat Desa Asem, Edi Prayitno, menyebut aksi tersebut muncul secara spontan sebagai bentuk keprihatinan warga. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak telah lama terjadi dan kerap memicu kecelakaan. Warga berharap aksi simbolis ini dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar segera memperbaiki akses jalan tersebut.
Perangkat Desa Asem, Reza, menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah penanganan karena kerusakan jalan tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada akses transportasi di wilayah tersebut.(*/d)















