GERBANGDESA.COM, Jakarta – Sejumlah desa di Jawa Tengah menyalurkan tunjangan hari raya (THR) kepada warganya menjelang Idul Fitri 1447 H. Nominal bantuan yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp250 ribu per orang hingga Rp1 juta per kepala keluarga (KK).
Dana tersebut bersumber dari pendapatan asli desa yang berasal dari pengelolaan sektor pariwisata dan usaha desa.
Salah satu desa yang rutin membagikan THR adalah Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.
Pada 2026, pemerintah desa mengalokasikan Rp585.250.000 untuk dibagikan kepada 2.341 warga, termasuk bayi yang baru lahir.
Setiap warga menerima Rp250 ribu, meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp200 ribu.
Kepala Desa Wunut Iwan Sulistiya Setiawan mengatakan program tersebut telah berjalan sejak 2023 dan nominal bantuan terus meningkat setiap tahun. “Alhamdulillah tiap tahun naik untuk nominalnya. Kalau sebelumnya per KK, sekarang sudah per orang,” ujarnya.
Ia menjelaskan dana bantuan itu berasal dari pendapatan desa, salah satunya dari pengelolaan wisata air Umbul Pelem.
“Konsepnya seperti bantuan langsung, tetapi kami tidak tebang pilih. Semua warga mendapatkan dengan syarat cukup membawa kartu keluarga,” katanya.
Program serupa juga dilakukan Pemerintah Desa Berjo, Kabupaten Karanganyar. Pada awal Maret 2026, desa tersebut menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp500 ribu untuk setiap rumah tangga di enam dusun.
Kepala Desa Berjo Dwi Haryanto menjelaskan bantuan tersebut diberikan menjelang Lebaran sehingga masyarakat kerap menyebutnya sebagai THR.
“Kami sebenarnya menyalurkan bantuan pangan untuk warga. Karena waktunya mendekati Lebaran, masyarakat menyebutnya sebagai tunjangan hari raya,” katanya.
Anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp723 juta untuk 1.446 warga. Dana tersebut berasal dari pendapatan desa yang didukung usaha pariwisata Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda serta unit usaha simpan pinjam yang dikelola desa.
Sementara itu, Pemerintah Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, memberikan THR sebesar Rp1 juta untuk setiap KK.
Sekretaris Desa Sriwulan Nur Abidin mengatakan program itu telah berjalan tiga tahun terakhir dan nilainya terus meningkat.
“Tahun 2024 sebesar Rp500 ribu, 2025 Rp750 ribu, dan tahun ini Rp1 juta per KK,” ujarnya.
Dana bantuan tersebut berasal dari pengelolaan wisata alam Kalikesek yang pada 2025 menghasilkan pendapatan sekitar Rp1,4 miliar. (*)
Sumber: Kompas















