2.300 Warga Seruyan Kepung PT BAP, Tuntut Plasma 20 Persen Direalisasikan

GERBANGDESA.COM, Kuala pembuang – Sekitar 2.300 warga dari sejumlah desa di Kabupaten Seruyan memadati kawasan depan PT Binasawit Abadi Pratama (BAP), Sabtu (5/9/2026).

Mereka datang membawa satu tuntutan yang dinilai belum kunjung tuntas selama bertahun-tahun, realisasi kebun plasma 20 persen.

Massa dari Desa Bangkal, Hanau, Rungau Raya hingga Selunuk bertahan di bawah terik matahari dalam aksi damai untuk mendesak kejelasan atas hak masyarakat di sekitar perkebunan.

Kapolres Seruyan AKBP Beddy Suwendi turun langsung menemui massa dan meminta warga menjaga situasi tetap kondusif sembari membuka ruang dialog.

“Kami sudah berupaya bersama Ketua DPRD dan pemerintah daerah. Saya minta masyarakat bersabar dan mempersiapkan diri untuk pertemuan hari Rabu nanti,” ujar Beddy.

Pertemuan tersebut rencananya melibatkan kepala desa, BPD, pengurus koperasi serta perwakilan masyarakat dari masing-masing wilayah agar tuntutan dapat dibahas bersama pihak yang memiliki kewenangan mengambil keputusan.

Ketua Pengawas Koperasi Saking Banyi Bangkal, Sapriyadi, menegaskan aksi tersebut bukan sekadar penyampaian aspirasi, tetapi bentuk penegasan tuntutan masyarakat yang telah berlangsung lama.

“Kami berharap hasilnya jelas, yaitu realisasi plasma 20 persen dalam bentuk lahan. Itu yang menjadi harapan masyarakat dan tidak ada tawar-menawar lagi,” tegasnya.

Ia menyebut tuntutan itu dikaitkan dengan izin usaha perkebunan PT BAP pada 2013 dan 2015 serta ketentuan mengenai kewajiban perusahaan perkebunan menyediakan kebun untuk masyarakat.

Perwakilan warga Desa Rungau Raya, Tasrifinoor, mengatakan persoalan plasma telah diperjuangkan sejak lebih dari satu dekade lalu.

“Aksi seperti ini sudah pernah terjadi sejak 2011, tetapi tidak sebesar sekarang. Masyarakat tetap berpegang pada tuntutan realisasi plasma 20 persen karena itu yang dianggap dapat memberikan manfaat langsung bagi warga,” katanya.

Warga juga menyatakan keberatan terhadap skema kemitraan yang selama ini ditawarkan karena dinilai belum menjangkau kepentingan seluruh masyarakat, sehingga mereka meminta penyelesaian yang konkret dan tidak berhenti pada forum pembahasan.

Aksi berlangsung tertib hingga massa membubarkan diri secara damai.
Warga dan pihak terkait sepakat menindaklanjuti persoalan tersebut melalui pertemuan pada Rabu mendatang dan menahan diri dari aksi lanjutan sebelum dialog digelar.

Kini perhatian warga tertuju pada meja perundingan: apakah tuntutan plasma 20 persen yang telah diperjuangkan bertahun-tahun akan menghasilkan keputusan konkret, atau kembali berakhir sebagai janji tanpa kepastian. (hmn/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post