GERBANGDESA.COM, Sampit – Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Zainuddin, mendesak Pemerintah Kabupaten Kotim untuk segera memperhatikan infrastruktur di wilayah selatan, khususnya di Kelurahan Samuda Kota, Desa Handil Sohor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, dan Desa Lampuyang Kecamatan Teluk Sampit.
Politisi Fraksi PKB itu menilai kondisi jalan, jembatan, dan sungai di wilayah tersebut sudah sangat memprihatinkan dan menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jalan menuju area pertanian dan pemukiman di Samuda rusak berat, tidak ada semenisasi sama sekali. Banyak jembatan juga sudah lapuk dan membahayakan pengguna jalan,” tegas Zainuddin, yang juga mantan pegawai Kantor Kementerian Agama Kotim, saat melakukan reses perseorangan masa sidang I tahun 2025, belum lama ini.
Ia juga menyoroti Sungai Sapihan yang dulunya menjadi jalur penting distribusi hasil pertanian warga. Kini, sungai tersebut dangkal, dipenuhi semak belukar, dan sulit dilalui perahu.
“Sungai bukan hanya dangkal, tapi seperti sudah mati. Kalau ini terus dibiarkan, warga makin terisolasi dan ekonomi makin lumpuh,” ujarnya geram.
Dalam kegiatan reses yang turut dihadiri kepala desa, lurah, camat, tokoh masyarakat, dan BPD, hampir semua pihak mengeluhkan hal serupa yakni, kerusakan infrastruktur yang merata dan minim perhatian pemerintah daerah.
Zainuddin menegaskan, wilayah selatan seperti Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, juga harus menjadi prioritas pembangunan.
“Pemerintah tidak boleh hanya fokus membangun di pusat kota. Wilayah selatan juga bagian dari Kotim yang berhak maju. Pembangunan jalan, jembatan, dan sungai adalah kewajiban pemerintah, bukan pilihan,” tandasnya.
Zainudin berharap Pemkab Kotim segera turun tangan, agar akses masyarakat membaik dan perputaran ekonomi di daerah selatan kembali hidup. (fin/nrh)















