Gerbang Desa – Di tengah gempuran produk-produk anyaman modern, warga Desa Babirah, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), tetap eksis memproduksi anyaman tradisional. Salah satunya lanjung dan bakul berbahan tali strapping.
Lanjung merupakan bahasa banjar. Kalau diartikan ke dalam bahasa indonesia, lanjung adalah tas besar yang terbuat dari rotan dan biasanya diletakkan dibelakang punggung seperti tas ransel.
Disamping itu, lanjung juga dianggap masyarakat sebagai alat tradisional yang biasanya digunakan untuk membawa hasil panen di kebun.
Nah uniknya, pada umumnya anyaman lanjung maupun bakul dibikin menggunakan rotan. Berbeda di Desa Babirah, justru perajin menggunakan tali strapping atau tali packing atau biasa disebut tali miliar.
Menurut Kepala Desa Babirah Julam Effendi. Keterampilan menganyam lanjung dan bakul merupakan warisan yang sudah ada sejak lama bahkan turun temurun.
Namun, hanya generasi tertentu yang mau mewaris keahlian para orang tua, apalagi di zaman digitalisasi sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada yang mau meneruskan keterampilan salah satu warisan nenek moyang ini.
“Kami patut berbangga, ternyata masih ada warga desa kami yang masih eksis melanjutkan membuat anyaman lanjung dan bakul. Bedanya, lanjung dan bakul produksi perajin di desa kami ini menggunakan tali strapping, bukan rotan,” ujar Julam, kemarin.
Dari segi kekuatan produk, lanjutnya, tali strapping lebih kuat dan awet dibanding rotan. Disamping itu, tali strapping bahan baku juga lebih mudah didapat karena banyak dijual dipasaran.
“Desa kami hampir tidak ada kebun rotan, alternatifnya perajin memilih tali strapping karena mudah didapat dipasaran,” tegas Julam.
Mengenai hasil produksi, tambahnya, menyesuaikan pesanan mengingat membuat anyaman lanjung dan bakul memerlukan waktu cukup lama sesuai besar kecil ukuran yang dipesan pelanggan.
“Kami dari pemerintah desa ikut berpartisipasi membantu perajin untuk menyediakan bahan baku. Sebab, bahan baku tali strapping kebanyakan hanya ada di pasar modern,” kata Julam.
Hingga kini, perajin anyaman lanjung dan bakul berbahan tali strapping masih eksis, bahkan hasil produk sudah banyak dijual ke pasar tradisional maupun pasar modern yang ada di kecamatan tetangga. (gd-min)
















