GERBANGDESA.COM, Sampit – Upaya pengurangan penggunaan plastik di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai menunjukkan hasil positif. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat adanya penurunan volume sampah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi plastik sekali pakai, terutama kantong kresek.
Kepala DLH Kotim, Marzuki, menegaskan bahwa plastik menjadi salah satu jenis sampah yang sulit didaur ulang dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Oleh karena itu, pihaknya terus mengimbau masyarakat agar beralih menggunakan tas belanja pakai ulang sebagai langkah sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan.
Pemerintah daerah juga telah menerbitkan edaran bupati yang mendorong perubahan kebiasaan masyarakat, khususnya saat berbelanja. Melalui kebijakan ini, warga diharapkan tidak lagi bergantung pada kantong plastik dan mulai membawa tas sendiri dari rumah.
Menurut Marzuki, pengurangan penggunaan plastik tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membantu menekan jumlah sampah yang sulit diolah. Hal ini semakin relevan di tengah meningkatnya harga plastik yang turut memengaruhi pengelolaan sampah secara keseluruhan.
DLH mencatat, volume sampah yang sebelumnya mencapai 98 hingga 100 ton per hari kini menurun signifikan menjadi sekitar 60 hingga 77 ton per hari. Penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, baik melalui pengurangan penggunaan plastik maupun pengolahan mandiri di tingkat rumah tangga.
Selain menyasar masyarakat umum, DLH juga mendorong edukasi sejak dini melalui lingkungan sekolah. Siswa diimbau membawa tumbler dari rumah guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Marzuki menegaskan, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.(*/d)















