Musim Kawin Buaya Picu Agresivitas, Waket Komisi I DPRD Kotim Ingatkan Ancaman Sungai

GERBANGDESA.COM, Sampit – Insiden tragis yang menimpa seorang warga Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali menarik perhatian serius terkait maraknya aktivitas buaya di Sungai Rangkang. Wakil Ketua (Waket) Komisi I DPRD Kotim, Eddy Mashamy, menyoroti minimnya informasi dan imbauan tentang meningkatnya agresivitas predator sungai tersebut, terutama pada musim kawin yang biasanya membuat buaya lebih aktif.

Eddy Mashamy, legislator dari Fraksi PAN yang juga merupakan wakil rakyat Dapil III Kotim, menegaskan bahwa masyarakat Pulau Hanaut sangat bergantung pada sungai untuk aktivitas sehari-hari.

Dengan rumah-rumah penduduk yang umumnya berada di bantaran sungai, risiko serangan hewan liar menjadi semakin tinggi.

“Kepada warga sepanjang bantaran sungai, kami imbau berhati-hati dalam beraktivitas,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa pada bulan-bulan tertentu, buaya cenderung lebih aktif mencari makan sehingga potensi serangan meningkat.

Peristiwa yang menimpa seorang warga Desa Satiruk menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat agar membatasi kegiatan di sungai, terutama pada waktu-waktu rawan atau ketika ada laporan kemunculan buaya.

Diketahui, korban bernama Muhran atau akrab disapa Oyan, diterkam buaya saat beraktivitas di Sungai Rangkang pada Sabtu lalu.

Setelah diseret menuju laut, korban sempat menghilang dan meninggalkan kegelisahan di tengah masyarakat yang ikut melakukan pencarian bersama aparat terkait.

Upaya pencarian berlangsung intensif selama dua hari hingga akhirnya korban ditemukan pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 11.23 WIB. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tak bernyawa, menambah duka mendalam bagi keluarga serta warga sekitar.

Eddy menegaskan bahwa kejadian ini harus menjadi momentum untuk memperkuat edukasi, patroli, dan imbauan keselamatan bagi masyarakat di wilayah pesisir sungai.

Ia juga mendorong Pemkab Kotim untuk menyediakan sistem peringatan dini serta penanganan cepat jika terjadi kembali serangan buaya di kawasan tersebut. (fin/nrh)

Related Post