Mentaya Adventure Trail Sampit Bantu Korban Banjir Tiga Desa di Kota Besi

GERBANG DESA – Kepedulian membantu terhadap masyarakat terkena musibah sepertinya sudah menjadi tradisi turun temurun karena tujuan utamanya untuk meringankan beban keluarga korban.

Hal itu pun juga dilakukan komunitas yang mengatasnamakan Mentaya Adventure Trail (MAT) Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Komunitas ini juga mengadakan bakti sosial ke para korban banjir yang ada di tiga desa khususnya yang tersebar di wilayah Kecamatan Kota Besi.

Komunitas trail ini sebenarnya belum lama terbentuk. Namun aksi yang digawangi para pemuda ini kerap turun lapangan menjelajah alam pedesaan.

Untuk sementara, ruang lingkup untuk menguji adrenalin masih di wilayah Kecamatan Kota Besi. Tidak menutup kemungkinan juga akan menjajal kemampuan menaklukan alam pedesaan merambah ke kecamatan lain seperti Pulau Hanaut, Teluk Sampit hingga wilayah utara Kotim.

Ada tiga desa yang menjadi target bakti sosial yang dilakukan MAT Sampit. Tiga desa itu diantaranya, Desa Palangan, Desa Simpur, dan Desa Soren. Semua desa itu masuk di wilayah Kecamatan Kota Besi.

Ketiga desa itu pemukiman penduduknya kebanyakan berada di daerah aliran sungai mentaya. Tidak mengherankan, setiap musim penghujan dan diimbangi dengan air pasang besar maka rumah penduduk itu akan diterjang banjir bahkan bisa sampai 10 hari air menggenang di lingkungan desa.

“Komunitas MAT Sampit baru saja dibentuk, bakti sosial peduli terhadap korban banjir inipun perdana kami adakan, ada tiga desa sasaran kami yakni mulai dari simpur, soren, dan palangan,” ucap penasehat MAT Sampit Gusti Mukafi usai menaklukkan alam Desa Soren dan Simpur menggunakan trail kesayangannya, Sabtu 24 September 2022.

Bakti Sosial untuk warga Desa Simpur dan Soren

Sebenarnya di wilayah Kecamatan Kota Besi terdapat enam desa yang diterjang banjir diantaranya, Desa Hanjalipan, Desa Rasau Tumbuh, Desa Pamalian, Desa Palangan, Desa Simpur dan Desa Soren.

Yang dianggap lebih parah di Desa Hanjalipan. Debit air bisa mencapai 2 meter lebih. Tidak hanya menenggelamkan akses jalan desa bahkan ratusan rumah penduduk karena rata-rata permukiman itu berada di bantaran sungai mentaya.

“Sesuai kesepakatan kami, kami menentukan nama desa dianggap skala prioritas yang memang tidak bisa bekerja bisa membantu meringankan beban warga di tiga desa tersebut,” tegas Mukafi yang juga menjabat Camat Kota Besi.

Alasan lainnya mengapa hanya tiga desa yang dijadikan target bakti sosial perdana dari komunitas MAT Sampit, kemungkinan akses jalan yang mudah dan bisa dicapai melalui jalur darat hingga sampai ke pemukiman penduduk.

Bakti sosial untuk warga Desa Palangan

Untuk mencapai tiga desa seperti palangan, soren, dan simpur itu ada dua akses jalan darat yakni, pertama melalui desa camba menerobos perkebunan perusahaan sawit tembus ke desa soren, kemudian dilanjutkan ke desa simpur dan desa palangan.

Jalur alternatif kedua, melalui Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di Km 18 kemudian belok kanan melewati perkebunan kelapa sawit milik perusahaan. Hanya saja, apabila mengambil jalur ini hanya dua desa yang mudah dicapai yakni, palangan dan simpur.

Yang pastinya, kepedulian komunitas MAT Sampit ini patut diacungkan jempol. Selain untuk membantu meringankan beban para korban terdampak banjir juga ada misi lainnya, salah satunya melihat sejauhmana perkembangan tiga desa tersebut terutama mengenai listrik dan jaringan seluler. (gd-min)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post