SAMPIT, gerbangdesa.com –Pelayanan listrik di 14 desa wilayah Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), selama ini dianggap sangat merugikan masyarakat. Untuk itu, Ombudsman RI Perwakilan Kalteng langsung turun lapangan untuk menanyakan persoalan tersebut secara langsung.
“Kami menerima pengaduan melalui medsos, keluhan ini langsung kami diskusikan, kemudian kami turun lapangan untuk sosialisasi pengawasan pelayanan publik,” ucap Kepala Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalteng Dr R Biroum Bernardianto kepada wartawan media siber gerbang desa usai sosialisasi di aula kecamatan setempat, Kamis 9 Maret 2023.
Pada saat sesi tanya jawab, menurutnya, pengaduan paling utama mengenai gangguan listrik yang berdasarkan laporan langsung dari para kepala desa sudah dibatas kewajaran, karena pemadaman listrik tidak menentu bahkan setiap hari.
“Kami hanya menindaklanjuti pengaduan ini, persoalan ini akan kami sampaikan langsung kepada manajer PLN Kalsel-Teng yang rencananya akan datang ke Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalteng, 15 Maret mendatang,” janjinya.
Kepala Desa Bapinang Hulu Sugianur membeberkan, pemadaman listrik di Pulau Hanaut pernah terjadi selama 28 hari siang dan malam. Dia mengeluhkan karena tidak ada solusi dari PLN ranting baik Pulau Hanaut maupun di Sampit.
“Kami pernah memanggil perwakilan PLN baik di Pulau Hanaut maupun di Sampit untuk sama-sama mencari solusi, Alhamdulillah, tidak ada yang mau hadir,” ucap Sugianur dihadapan yang hadir pada saat sosialisasi tersebut.
Sejak listrik mengalami gangguan, lanjutnya, tidak terhitung jumlah peralatan elektronik yang rusak. Bahkan, kata Sugianur, persoalan gangguan itupun hingga sekarang tetap jadi masalah besar di Kecamatan Pulau Hanaut.
Camat Pulau Hanaut Deddy Jauhari menambahkan bahwa kepedulian ombudsman perwakilan Kalteng dinilai cukup tinggi terhadap permasalahan yang dihadapi Kecamatan Pulau Hanaut.
“Semoga dengan kehadiran ombudsman perwakilan Kalteng di Pulau Hanaut ini, mudah-mudahan mendapatkan solusi yang baik terutama mengenai gangguan listrik yang tidak stabil dan pemadaman tidak menentu,” harap mantan Kabag Kesra Setda Kotim ini. (fin/fin)















