SAMPIT – Sebuah jembatan penghubung di Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng), mulai terlihat rusak. Maklum, jembatan dibangun sejak 1992 yang membentang di atas sungai Satiruk belum tersentuh rehabilitasi hingga sekarang.
Pantauan Gerbang Desa. Panjang jembatan berkonstuksi ulin itu sekitar 30 meter. Jembatan itu digunakan warga desa setempat maupun pengunjung yang akan berwisata di pantai Satiruk. Kondisinya saat ini dianggap mengkhawatirkan karena jika rusak berat tidak ada akses lainnya selain melalui jembatan tersebut.
Kepala Desa Satiruk Asra mengaku sudah mengusulkan agar jembatan yang dibangun di era Presiden Soeharto atau kurang lebih sudah 31 tahun itu direhabilitasi mengingat usia jembatan sudah tua dan perlu perbaikan segera.
“Kalau menggunakan dana desa sudah jelas tidak akan mampu untuk memperbaiki jembatan tersebut. Kami berharap ada suntikan dana dari APBD Kotim,” ucap Asra kepada wartawan media siber gerbang desa saat bertandang ke Desa Satiruk, Selasa 20 Juni 2023.
Bagi warga Desa Satiruk, jembatan itu menjadi salah satu akses jalan utama baik yang akan menuju ke perumahan penduduk maupun ke destinasi wisata Pantai Satiruk. Akan tetapi, mereka menyayangkan jika perbaikan jembatan tidak segera dilaksanakan secepatnya pada 2023.
“Iya, kami sudah masukan usulan melalui musdes dan musrenbang kecamatan, kami berharap pemerintah daerah setempat bisa membantu perbaikan jembatan yang panjangnya 30 meter itu,” ujar Kepala Badan Permusyawaratan Desa Satiruk, Maskur.
Untuk itu, lanjutnya, pihaknya didukung pemerintah desa dan warga desa Satiruk mengharapkan agar supaya jembatan ulin yang menjadi akses utama masuk ke desa hendaknya dibantu untuk perbaikan.
“Kami dalam hal ini mengharapkan ada bantuan perbaikan jembatan baik dari pemerintah daerah setempat, pihak RMU maupun melalui pokok pikiran dewan yang ada di DPRD Kotim maupun Kalteng,” harapnya dan diamini warga desa Satiruk. (2d/fin)















