Camat Zikrillah Lapor Polda Kalteng Dugaan Dipukuli Saat Mediasi Bagendang Raya

GERBANGDESA.COM, Sampit – Insiden mengejutkan terjadi di Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur. Camat Mentaya Hilir Utara, Zikrillah, melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang dialaminya saat memimpin rapat mediasi terkait konflik kepengurusan Gapoktanhut Bagendang Raya.

Laporan tersebut disampaikan langsung ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah pada Rabu malam (11/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Usai membuat laporan, camat juga menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalteng untuk memastikan kondisi fisiknya setelah insiden kekerasan tersebut.

“Saya masih merasakan nyeri di bagian kepala. Tadi sempat dirontgen dan hasilnya aman, tetapi pemeriksaan luar menunjukkan ada memar di kepala,” ujar Zikrillah, dikutip dari Berita Sampit, Kamis (12/3/2026).

Berdasarkan keterangan korban, dugaan penganiayaan terjadi saat rapat mediasi yang difasilitasi pemerintah kecamatan berubah ricuh.

Massa yang hadir diduga melakukan aksi dorong-dorongan hingga serangan fisik yang menyasar kepala camat.

Dalam laporan polisi, disebutkan pelaku diduga lebih dari sepuluh orang yang berada di lokasi saat kejadian.

Video yang beredar di masyarakat juga memperlihatkan situasi rapat yang memanas. Zikrillah terlihat terdesak di tengah kerumunan massa hingga hampir tersungkur sebelum akhirnya diamankan aparat kepolisian bersama anggota Koramil dan warga yang berada di lokasi.

Kasus dugaan penganiayaan terhadap camat ini kini ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah.

Penyelidikan dilakukan untuk mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap kronologi lengkap kekerasan yang terjadi dalam forum mediasi tersebut. (*)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post