Banjir 15 Hari Tak Surut, Eddy Mashamy Desak Pemkab Kotim, Kecamatan dan Desa Bertindak

SAMPIT – Banjir yang sudah 15 hari merendam ratusan rumah warga dan sebuah taman kanak-kanak di Desa Handil Sohor dan Kelurahan Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, menuai sorotan DPRD Kotim. Anggota DPRD dari Fraksi PAN, Eddy Mashamy, mendesak Pemerintah Kabupaten, Kecamatan dan Desa, segera turun tangan karena genangan air tak kunjung surut meski curah hujan dan Sungai Mentaya sudah menurun.

Menurut keterangan warga, sejak dua pekan lebih lalu air terus menggenangi rumah dan halaman. Bahkan, sebuah taman kanak-kanak (TK) juga terendam, sehingga warga terpaksa membangun titian bambu agar anak-anak tetap bisa menuju sekolah. “Awalnya kami kira banjir ini akibat hujan dan pasang Sungai Mentaya, tapi nyatanya sampai sekarang air tak kunjung surut,” ujar salah seorang warga.

Hasil survei lapangan Eddy Mashamy menunjukkan, genangan air disebabkan penyempitan aliran Sungai Sapihan Besar dan Sapihan Kecil yang menjadi jalur pembuangan ke Sungai Mentaya. Kondisi ini diperparah oleh gulma yang tumbuh liar, sampah yang menumpuk, serta pendangkalan sungai.

“Ini bukan lagi sekadar banjir musiman. Air tidak bergerak karena aliran sungai tersumbat. Pemerintah Kabupaten, kecamatan, dan desa harus segera turun tangan. Jangan tunggu warga semakin menderita,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Kotim itu, Senin (22/9/2025).

Eddy menegaskan, tindakan cepat sangat diperlukan untuk menghindari dampak lebih luas. “Normalisasi parit di sepanjang Jalan HM Arsyad dan pembersihan Sungai Sapihan hingga ke Sungai Mentaya adalah langkah mendesak. Kalau tidak, banjir seperti ini akan terus berulang,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak banjir terhadap pendidikan anak-anak. “Bayangkan, anak TK harus berjalan di atas titian bambu hanya untuk masuk sekolah. Ini memprihatinkan. Pemerintah tidak boleh menutup mata,” pungkasnya.

Bagi Eddy, banjir bukan hanya soal genangan air, tetapi juga soal kemanusiaan. Selama warga hidup di tengah genangan dan anak-anak belajar dengan keterbatasan, maka pemerintah wajib hadir memberi solusi nyata. (fin/fin)

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Related Post