GERBANGDESA.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfosta) meluncurkan program internet gratis. Fasilitas akses internet gratis itu untuk 56 desa dan 7 kelurahan yang dilakukan serentak di Desa Kulur, Kecamatan Lubuk Besar.
“Diluncurkannya program ini untuk mendukung implementasi program kerja Bupati Bangka Tengah yakni program internet desa,” ujar Kepala Diskominfosta Bangka Tengah Feri Prihatin Akbar yang dilansir dari posbelitung.co, Sabtu 9 September 2023.
Feri menjelaskan bahwa hal ini tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan publik jaringan internet sampai ke tingkat desa di seluruh Kabupaten Bangka Tengah.
“Saat ini telah selesai dilakukan pemasangan infrastruktur akses internet melalui wi-fi gratis untuk area publik pada 56 desa dan 7 kelurahan,” katanya.
Menurut Feri, diluncurkannya program internet gratis diharapkan bisa mengatasi permasalahan di masyarakat terkait ketidaksetaraan akses internet terhadap informasi, pendidikan, dan pengembangan ekonomi masyarakat.
“Dengan adanya Internet Desa ini diharapkan dapat meningkatkan akses internet di tiap desa, sehingga setiap warga dapat mengakses informasi dan layanan online lebih mudah,” harapnya.
Selain itu, diharapkan juga ini bisa mendukung pendidikan dengan menyediakan akses internet yang memadai untuk sekolah-sekolah di desa, serta mendorong pengembangan ekonomi di desa melalui pelatihan e-commerce dan pendampingan bisnis berbasis online.
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman sangat mengapresiasi langkah-langkah yang telah diterapkan Diskominfosta dengan dukungan para stakeholder.
“Hari ini kita sudah coba akses itu semua, dengan dukungan teman-teman dari IconPlus dan Telkom. Sekaligus hari ini kita launching juga nama Wi-Fi Publik kita dengan nama BATENG MAJU,” ucap Algafry.
Lebih lanjut, kedepannya juga direncanakan akan ada penambahan 7 buah Base Transceiver Station (BTS) dan 30 titik Wi-Fi publik di seluruh Kabupaten Bangka Tengah.
“Mohon apapun yang telah diusahakan oleh pemerintah daerah bersama para stakeholder, hendaknya dirawat, dijaga, sehingga bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama,” sarannya. (*/fin)















