SAMPIT – Pelaksanaan bakti sosial Sunatan Massal (khitan) yang diselenggarakan PT Borneo Sawit Perdana (BSP) Wilayah Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) berlanjut. Kali ini dipusatkan di Desa Sungai Paring.
Pantauan Gerbang Desa. Kegiatan khitan dipusatkan disalah satu rumah warga desa. Lokasinya berada tidak jauh atau diseberang jalan kantor Desa Sungai Paring.
Suasana dirumah itu terlihat sangat ramai dengan anak laki-laki usia antara 10-15 tahun. Mereka menunggu namanya dipanggil oleh panitia sunatan massal untuk segera dikhitan.
Pada saat anak-anak yang dipanggil mulai dikhitan, suasana di dalam rumah berkonstruksi kayu itu langsung berubah drastis. Teriakan dan tangisan mewarnai ketika ‘burung’ dipegang tim medis dari Puskesmas Cempaka Mulia.
Bahkan ada seorang anak teriak histeris seraya keluarkan kata-kata “sakit, sakit, sakit” ketika jarum suntik medis mulai disuntikan ke ‘burung’ mungil punya sang anak.
Menariknya, untuk meredam histeris anak tersebut, sampai ada empat orang pegang keduabelah tangan anak dan kedua kakinya. Namun anak tersebut tetap teriak-teriak.
Selain itu, ada juga anak yang terlihat santai ketika dikhitan sambil bermain hp android. Tidak sedikit anak yang menangis dan tegang karena takut akan jarum suntik dan gunting medis.
Uniknya setelah dikhitan, awalnya teriak-teriak histeris dan menangis keras wajahnya kembali berseri. “Kada sakit paan (tidak sakit,Red},” ucap anak yang tadinya teriak histeris setelah khitan.
Staf Humas PT BSP M Faisal Mustofa mengatakan, sunatan massal di Desa Sungai Paring khususnya di wilayah Kecamatan Cempaga merupakan jadwal terakhir.
“Sunatan massal yang terakhir di Desa Sungai Paring dan Desa Luwuk Bunter. Kegiatan intinya dipusatkan di Desa Sungai Paring atau digabung untuk dua desa,” ujarnya, Selasa 27 Juni 2023.

Dia juga menjelaskan bahwa kegiatan bakti sosial dengan tema “Hidup Bersih, Masyarakat Sehat, Indonesia Maju” bekerja sama dengan Ibu-ibu Bhayangkari Polsek Cempaga dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara ke 77 tahun.
“Anak yang sudah dikhitan telah menerima bingkisan dari perusahaan berupa sarung dan uang saku,” kata Faisal.
Sementara itu, Kepala Desa Sungai Paring M Usuf menuturkan, berdasarkan data di desa ada sekitar 35 anak yang terdaftar. Angka itu bisa saja tambah dan berkurang karena kegiatan diadakan dua desa.
“Berdasarkan data anak yang sudah dikhitan untuk Desa Sungai Paring dan Desa Luwuk Bunter ada 46 orang. Ada 3 tiga anak yang pulang dan batal mengikuti sunatan massal,” pungkasnya. (fin/fin)















