JAKARTA, gerbangdesa.com – Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (Bappilu), Andi Arief mengungkapkan, beberapa nama yang sedang dibahas akan menjadi pasangan Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Dia menegaskan, Partai Demokrat tak hanya menawarkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tapi juga sejumlah nama lain.
Andi mengatakan, Partai Demokrat menawarkan nama-nama tersebut kepada mitra koalisi, yakni NasDem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Angka tersebut diajukan atas perintah Ketua Umum Partai Demokrat AHY dan atas permintaan tim kecil yang dibentuk ketiga partai tersebut.
“Partai Demokrat sudah mengajukan nama-nama cawapres beberapa bulan lalu, ke kantor DPP Partai Demokrat, ke tim presiden, atas permintaan tim capres. calon presiden meminta masukan dari Partai NasDem dan PKS,’ kata Andi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/9).
Berikut daftar cawapres yang dipertimbangkan Demokrat untuk Anies:
1. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
2. Anggota Dewan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno
3. Presiden Badan Pengembangan Inovasi Strategis PBNU Yenny Wahid
4. Mantan Panglima TNI Andika Perkasa
5. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Ahmad Heryawan (Aher)
6. Ketua PKS Ahmad Syaikhu
7. Ketua Majelis Syuro PKS Ahmad Salim Segaf
8. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Andi menegaskan, Demokrat tidak memaksa AHY untuk dipilih menjadi cawapres Anies Baswedan.
Ia mengatakan pihaknya memenuhi surat kesepakatan yang disepakati dengan NasDem dan PKS. Salah satu isinya adalah memberikan kebebasan kepada Anies untuk menentukan cawapres.
“Partai Demokrat tidak pernah memaksa AHY menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Anies Baswedan. Silakan tanyakan calon presiden Anies Baswedan, Ketua Umum Partai NasDem dan Ketua Umum PKS,” ujarnya Andi
Demokrat saat ini tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) bersama NasDem dan PKS. Ketiga partai tersebut telah menyatakan dukungannya kepada Anies Baswedan sebagai calon presiden yang akan dicalonkan pada pemilihan presiden 2024.
Ketiga pihak juga telah menyepakati surat kerjasama. Salah satunya terkait kewenangan Anies untuk menentukan cawapres yang akan mendampinginya.
Namun, hingga saat ini Anies belum pernah mengambil keputusan dan mengumumkannya ke publik.
(*/ary)
sumber : CNN Indonesia














