DENPASAR – Suasana pepohonan nan rindang dan sejuk bisa dirasakan ketika berada di Kedai Kopi Tempo Dulu. Kedai itu berlokasi di Jalan Noja Nomor 23, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali.
Pengunjung Kedai Kopi Tempo Dulu akan disambut dengan suasana bangunan tua beratapkan dedaunan mengering. Hal itulah menjadikan kedai itu bernuansa klasik.
Suasana bangunan yang klasik makin terasa karena kedai kopi yang dibangun di atas tanah seluas 15 area tersebut banyak ditumbuhi pepohonan, sehingga berada di kedai itu seolah-olah sedang berada di desa yang jauh dari hiruk pikuk.
“Kedai Kopi Tempo Dulu ini dulunya mempunyai tagline, secangkir kopi dari desa,” kata salah satu owner I Putu Restu Dharayata saat ditemui wartawan di lokasi yang dilansir melalui detikbali, Minggu 28 Mei 2023.
Lahirnya Kedai Kopi Tempo Dulu tak terlepas dari ketertarikan Restu terhadap kopi sedari SMK. Sejak itu, ia kerap nongkrong ke berbagai coffee shop dan berkenalan dengan ownernya.
Restu kemudian didorong untuk terlibat dalam event kewirausahaan di kampusnya saat menempuh pendidikan sarjana di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Saat itu ia mengisi sebuah stan dengan menjual es kopi susu.
Tak disangka, saat mengisi stan mahasiswa Restu ditawarkan untuk membuka kedai kopi oleh dosennya bernama I Made Bayu Pramana.
“Akhirnya pas di stan itu lah diajak sama Pak Made Bayu yang kebetulan dosen saya sendiri, yang ngajar saya di kampus. Diajaklah, diajak di sini,” kisahnya.
Di penghujung 2019, Restu memutuskan bersedia membuka kedai kopi bersama dosennya. Kedai Kopi Tempo Dulu resmi dibuka pada 15 Januari 2020 dengan brand Tempo Dulu Kopi.
“Teman-teman saya bilangnya itu bukan bilang ke Tempo (Dulu Kopi), (tapi) ke Desa Celagi yok. Karena kan di sini identik dengan pohon Celagi kan, jadi teman-teman di sini ngerasain selain masuk kedai kopi itu, masuk ke sebuah desa, Desa Celagi berkonsep tempo dulu,” ujarnya.
Harga di Kedai Kopi Tempo Dulu bervariasi mulai Rp 15 ribu sampai paling mahal Rp 35 ribu kayak single origin, bean-bean bahkan harganya ada yang di atas Rp 35 ribu.
Menu yang paling laris alias best seller, yakni kopi susu pandan harga Rp 22 ribu. Bahan, kopi yang dipakai semuanya masih berasal dari petani lokal Indonesia seperti dari berbagai wilayah di Sumatera dan Bali. Khusus kopi Bali, bahannya berasal dari Kintamani dan Pupuan. (*)















