JAKARTA, gerbangdesa.com – Deddy Yevri Sitorus, Sekretaris Kelompok Koordinasi Relawan Pemenangan Presiden PDIP, mengaku akan memilih Anies Baswedan di Pilpres 2024 jika bisa menjelaskan cara mencegah korupsi selama menjabat sebagai presiden.
Awalnya, Deddy menolak pernyataan Anies kepada Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tentang perlindungan hukum yang dinilai turun tajam tapi membosankan naik. Menurutnya, banyak menteri dari partai pro pemerintah hingga pimpinan legislatif yang terlibat kasus korupsi di masa Jokowi.
“Masalah polisi adalah masalah kita semua, yang dibuktikan pada masa pemerintahan Jokowi berapa banyak menteri dari partai pendukung, apa yang kurang? MA, DPD Wakil Presiden, Presiden MA. DPR. Tidak ada bukti kamu tajam dan tinggi?” ujar Deddy
Ia mengaku mengapresiasi kritikan Anies belakangan ini. Menurut dia, Anies menyebut keresahan presiden terhadap era Soekarno sebagai masalah.
Deddy mengatakan akan memilih Anies sebagai presiden jika bisa menunjukkan cara mencegah masalah tersebut.
“Kalau Pak Anies bisa memberikan rumusan bagaimana ini tidak terjadi ketika dia menjadi presiden, saya juga akan memilih dia. Kalau dia bisa menjelaskan kepada saya bahwa ‘dengan begitu saya tidak akan korupsi selama saya berkuasa’, saya akan memilih dia jadi saya akan menjadi kader PDIP,” kata Deddy.
Sebelumnya, calon presiden Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) Anies Baswedan mengecam pemerintahan Presiden Jokowi.
Di hadapan para relawan, ia menegaskan akar mafia di sektor-sektor yang seharusnya dikuasai negara.
Anies menyebut mafia ada di sektor pertanian, proyek pemerintah, bansos, kesehatan bahkan pemilu. Dia berjanji untuk menghapus mafia ketika dia berkuasa.
“Mafia ini berjajar, ada mafia tanah, parkir, kesehatan, pemilu, kesejahteraan bahkan proyek pemerintah, termasuk mafia BTS,” ujarnya dalam rapat kerja nasional, Minggu (21/5).
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuntut agar hukum dipatuhi tidak hanya di tingkat akar rumput, tapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Tunjukkan bahwa hukum berdiri bukan hanya ke bawah, tapi juga ke atas. Bukan hanya kepada lawan, tapi juga kepada kawan. Hukum itu hak semua orang,” ujarnya.
(*/ary)
dilansir dari: CNN Indonesia















