Jelajahi Alam Natural 2 Desa di Pulau Hanaut, Hati-hati Tersesat

Kepala Bapenda Kotim, Camat Pulau Hanaut, Kades Rawa Sari dan SOPD lainnya berfoto bersama di gerbang desa Rawa Sari, Kecamatan Pulau Hanaut, Kotim, Kalteng.

Gerbang Desa – Memiliki keindahan alam natural perdesaan, menjadikan 2 desa wilayah hulu di Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), ini mulai ramai dikunjungi.

Dua desa itu yakni, Rawa Sari dan Makarti Jaya. Kedua desa tersebut awalnya sebuah dusun transmigrasi yang dikenal dengan sebutan Babaluh Kecil dan Babaluh Besar. Kemudian, pemerintah daerah setempat melalui kecamatan memekarkan dusun babaluh itu menjadi 2 desa.

Keindahan alam natural itu bisa dinikmati tidak hanya disaat pagi bahkan hingga sore. Sebab, rindangnya pepohonan kelapa sawit dan karet yang menjulang tinggi menambah suasana alam terasa sejuk meskipun cuaca terik.

Untuk mencapai 2 desa itu, untuk sementara hanya melalui dermaga desa Rawa Sari. Kalian harus turun melalui Jalan Lenggana samping SPBU LPG menuju dermaga milik warga Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Sekali menyeberang apabila membawa kendaraan atau sepeda pancal dikenakan tarif sebesar Rp 15 ribu. Sedangkan untuk perorangan (tanpa kendaraan/sepeda) dipatok tarif Rp 10 ribu. Khusus penyeberangan malam dikenakan tarif Rp 20 ribu.

Sudah banyak pengunjung yang menjelajahi suasana alami natural di dua desa itu. Ada yang menikmatinya menggunakan trail secara rombongan, bahkan ada juga yang menggunakan sepeda pancal atau sepeda gunung.

Saking uniknya, 2 desa itu pernah dikunjungi para pejabat penting terutama untuk Desa Rawa Sari. Pejabat yang pernah berkunjung mulai dari Wakil Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya, Anggota DPR RI Abdurrahman, anggota DPRD Kalteng Ferry Khaidir, Bupati Kotim Supian Hadi.

Selain itu, Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kalteng Ahmad Syaifudi, Kepala Pusat Kajian Kebijakan Strategis Kementerian LHK Herry Subagiadi, Wakil Bupati Kotim Irawati, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Sanggol L Gaol.

Rombongan gowes sepeda asal kota Sampit.

Perlu diketahui, tidak semua pengunjung memahami akan seluk beluk jalan keluar setelah masuk terutama di Desa Makarti Jaya. Tanpa pemandu, bisa-bisa menuju areal pertanian.

Sebab, pemerintah desa setempat sepertinya memang sengaja tidak memasang pelang jalur masuk maupun jalan keluar, sehingga banyak yang tersesat. Apalagi ketika akan menuju Desa Hanaut. 

“Kami sempat tersesat karena salah pilih jalan, kami akhirnya menerobos jalan pertanian yang memang tidak ada badan jalan,” kata seorang gowes sepeda asal Sampit.

Itulah uniknya 2 desa di Kecamatan Pulau Hanaut itu. Tidak hanya mengenai suasana alam bahkan jalan yang berliku-liku. Meskipun begitu, kedua desa itu sudah berinovasi, salah satunya di bidang kuliner.

Misalnya, Desa Rawa Sari dikenal dengan produk unggulan water lemon, carang mas, kopi rasa jahe, rasa original, kopi pinang merah bahkan mentok rica-rica yang pedasnya bikin mau terus makan.

Sedangkan Desa Makarti Jaya memproduksi unggulan desa berupa keripik tempe yang renyah, keripik pisang bahkan penghasil madu hutan yang sudah dikenal luas hingga ke perkotaan.

Jadwalkan kunjungan akhir pekan Anda untuk menjelajahi dan sekaligus menikmati sejuknya suasana alam perdesaan di 2 desa di Kecamatan Pulau Hanaut yang dianggap masih natural. (gd-min)

Tags

Share this post:

Picture of PT GERBANG DESA NUSANTARA

PT GERBANG DESA NUSANTARA

Dari Desa Membangun Negeri

Tinggalkan Balasan

Related Post